DKI Jakarta

Cepat Respon Masyarakat, Manajemen Pengaduan Jakarta di Era Anies


5 May 2021, 10:41
Dilihat   2.5K

Nusantarakini.com, Jakarta – 

“Kapan ya Pemprov Sultra bisa begini?”, kata seorang netizen bernama @Akbarhaiqal18 menanggapi respon cepat Pemprov DKI Jakarta di twitter atas keluhan @elisa_jkt tentang jalur sepeda di jalan Gunawarman yang diakuisi jadi tempat parkir kendaraan pribadi.

Menanggani cuitan @Akbarhaiqal, @reyshoryuken menulis: “Jauh banget mas, Depok aja yg 30 menit dari Jaksel ga mampu bikin begitu, ngadu aja cuma bisa dari kamera, ga bisa dari foto gallery, ga ada track record akan dikerjakan atau selesai dikerjakan, ga bisa dipantau kemajuan pengaduannya”.

Menarik mencermati perbincangan netizen di twitter itu. Siapa sih yang tak ingin memiliki sebuah pemerintahan kota yang responsif terhadap keluhan warga?

Di Jakarta sejak kepemimpinan Anies pada akhir 2017, manajemen pengaduan masyarakat diperbaiki. Tujuannya satu saja, bagaimana agar masyarakat bisa menyampaikan keluhan dengan mudah, berbiaya murah, dan yang terpenting lekas direspon dengan solusi.

Awalnya ada sistem pengaduan dengan aplikasi Qlue, di mana warga bisa melaporkan persoalan-persoalan kecil seperti tumpukan sampah, sungai yang kotor dll semacam itu. Ada juga pengaduan di Balaikota Jakarta.

Di jaman Anies sistem pengaduan itu disempurnakan. Tak hanya dua, kini Pemprov DKI Jakarta memiliki 14 kanal pengaduan. Yang membuat warga Jakarta sangat dimudahkan dalam menyampaikan pengaduan.

Aplikasi Qlue yang disediakan oleh perusahaan swasta masih dipakai. Tetapi Pemprov DKI Jakarta juga membangun aplikasi sendiri namanya JAKI. Aplikasi ini sering disebut super apps karena punya fungsi komunikasi dua arah antara warga dengan pemerintahnya. Selain fungsi menyampaikan pengaduan dan menelusuri perkembangan tindak lanjut pengaduan, JAKI juga memuat informasi penting dari Pemprov DKI Jakarta kepada warga. Ada informasi tentang banjir, situasi pintu air, pos pengamatan, dan pompa air ~ semua informasi penting bagi warga terutama yang tinggal di daerah rawan banjir. Ada Jak Pangan yang memberikan informasi harga pangan hari ini, agar warga tak kemahalan jika berbelanja. Ada Jak WIFI bagi warga yang ingin tahu spot-spot wifi gratis di Jakarta. Ada Jak Siaga yang berisi alamat dan nomor kontak darurat yang bisa dihubungi manakala kita membutuhkan bantuan.

Kehebatan aplikasi JAKI ini mendapat pengakuan. Pada bulan Oktober 2020 dalam ajang Indonesia Entrepreneur TIK (IdenTIK) 2020, JAKI meraih juara pertama untuk kategori layanan publik.

Selain aplikasi, Pemprov DKI Jakarta di bawah Anies juga membuat sistem pengaduan yang terintegrasi dengan media sosial, utamanya FB dan twitter. Warga Jakarta bisa melaporkan pengaduan mereka dengan mencolek akun Pemprov DKI Jakarta. Pengaduan akan dicatat dalam sistem yang kemudian ditindaklanjuti oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Warga bisa cek perkembangan pengaduannya melalui link yang diberikan.

Selain aplikasi dan medsos apakah warga masih bisa mengadu langsung ke Balaikota Jakarta? Boleh dong. Bahkan disediakan deretan meja dan kursi beserta petugas dari berbagai OPD yang akan melayani pengaduan. Tak hanya Balaikota Jakarta, lokasi pengaduan langsung juga dibuka di Kantor Walikota, Kantor Camat, dan Kantor Kelurahan.

Semua cara itu bisa dilakukan, tak ada bedanya. Sebab semua pengaduan masyarakat yang masuk akan dicatat dalam sistem lalu disampaikan kepada OPD untuk ditindaklanjuti. Warga tak perlu khawatir pengaduannya mandeg di meja petugas, karena telah dibuat aturan maksimal waktu penyelesaian yang harus dilakukan oleh petugas OPD beserta sanksi jika keluhan tak ditanggapi.

Secara keseluruhan ada 14 kanal pengaduan yang disiapkan oleh Pemprov DKI Jakarta untuk warganya. Dari yang paling canggih melalui aplikasi, melalui medsos, melalui WA, email, atau datang langsung ke kantor pemerintah.

Maka tak terlalu heran kita jika ada laporan jalan rusak yang ditidaklanjuti dalam hitungan jam. Atau ada warga yang meminta bantuan lalu dibantu oleh lurah sebelum hari berganti. Inilah salah satu cara, Anies Baswedan dan jajarannya di Pemprov DKI Jakarta melayani warganya di Jakarta.

Tak berpuas diri tentu saja, layanan publik CRM Jakarta akan terus dievaluasi dan memperbaiki diri. [kod]

Tatak Ujiyati
(catatan pagi)

Facebook Comments

Most Popular

To Top
error: Content is protected !!