Internasional

Covid 19 Mulai Menyerang Pekerja Tambang Nikel Yang Pekerjakan TKA Cina di Morowali Sulteng


25 April 2020, 20:45
Dilihat   57.8K

Nusantarakini.com, Morowali

Virus covid 19 sudah mulai menyerang pekerja tambang nikel yang berlokasi di kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Perusahaan tambang nikel dibawah nama Indonesia Morowali Investment Park (IMIP) pernah menjadi sorotan publik karena banyak mempekerjakan TKA Cina.

PT.IMIP ini didirikan oleh investor dari Cina, Shanghai Decent Investment (Group).co.Ltd. bekerjasama dengan PT.Bintang Delapan Investama. Di Morowali, sejak tahun 2009 mereka menguasai hampir 47.000 hektar luas tambang nikel. Kantor mereka di Jakarta berada di gedung Wisma Mulia, Jalan Gatot Subroto.

Berdasarkan informasi yang dirilis Wakil Ketua Serikat Pekerja Sulawesi Mining Investment Pabrik (SP-SMIP), Jumat, 24 April 2020, hasil kordinasi dengan kepala Puskesmas Bahodopi menyebutkan bahwa;

1. PDP 01  (Hasil rapidtes dan swap dinyatakan positif) jumlah orang yang kontak dengan pasien 2 orang (Saat ini pasien di rawat di RS Palu)

2. PDP 02 karyawan IMIP (Hasil rapidtes dinyatakan positif dan menunggu hasil swap), jumlah orang yang kontak erat dengan pasien sebanyak 38 orang. (pasien dirawat di RSUD morowali)

3. PDP 03 karyawan IMIP (Hasil rapidtes dinyatakan positif dan menunggu hasil swap)  kontak erat 21 orang (Pasien dirawat di RSUD Morowali)

4. PDP 04 (Security MSS) (hasil rapidtes dinyatakan positif dan menunggu hasil swap) jumlah orang yang kontak dengan pasien sebanyak 13 orang (RSUD Morowali)

Untuk Data lengkapnya menunggu dari Tim Satgas Covid-19 kawasan dan kecamatan.

Klinik Pratama IMIP saat ini hanya melakukan pelayanan terhadap pasien yang menunjukkan gejala/terpapar Covid-19, untuk karyawan yang sakit ringan dapat berkonsultasi ke Puskemas Bahdopi (dengan waktu terbatas).

Untuk karyawan yang sakit di luar dan membawa SKS langsung menghubungi/menyetor SKSnya ke pihak HR masing-masing Departemen

Bagi karyawan yang karena situasi khusus meninggalkan Morowali maka tidak perlu kembali ke site dan tetap dianggap karyawan aktif. Bila karyawan yang keluar dari Morowali tidak sesuai dengan situasi khusus sebagaimana yang sudah ditetapkan dalam surat keputusan dan surat edaran perusahaan maka akan masuk dalam katagori mangkir dan diskualifikasi mengundurkan diri.

Karyawan yang masih berada di luar Morowali dilarang keras untuk masuk wilayah Kabupaten Morowali/kawasan dan apabila dilanggar pihak managemen akan mengambil tindakan tegas.

Serikat pekerja/buruh kawasan secara penuh siap menjadi mitra Team Covid dan  akan terlibat dalam kerja satgas Covid-19 kawasan IMIP maupun di kecamatan.

Dalam situasi saat ini pemerintah/pihak perusahaan meminta sepenuhnya kesadaran pekerja maupun masyarakat untuk tetap mengikuti himbauan pemerintah/perusahaan,wajib menggunakan APD/masker untuk melindungi diri,dan tetap jaga jarak guna menghindari kontak dengan org secara langsung.

Untuk para pekerja dimohon dengan sangat untuk tetap patuh pada himbauan maupun aturan perusahaan lainnya demi keselamatan kita semua.

Apabila selama beberapa hari kedepan jumlah PDP terus bertambah, maka pihak serikat pekerja/buruh akan menekan ke pihak pemerintah kabupaten/kecamatan maupun pihak perusahaan untuk melakukan isolasi wilayah kecamatan Bahodopi secara ketat, dan meminta karywan yang berada di luar kecamatan Bahodopi untuk isolasi diri di wilayah Kecamatan Bahodopi.

Serikat pekerja akan membantu mencari orang-orang yang sempat kontak erat dengan pasien2 PDP dan meminta untuk melakukan Rapidtes.

Jumlah OTG di Morowali saat ini di perkirakan mencapai Tujuh ribu lebih

Catatan khusus;

# Bahwa pemerintah kecamatan sudah sangat siap menjalani protab antisipasi Covid dimana setiap pasien yg PDP ditangani seauai dengan prosedur.

# Seluruh pasien PDP belum dinyatakan positif karena masih harus memenuhi uji swap dan uji lab yg di Jakarta.

# Pihak kecamatan menghimbau dan puskes menghimbau agar karyawan untuk bisa sama-sama bergandengan tangan mengantisipasi Covid dengan taat pada kebijakan yang sudah dikeluarkan perusahaan untuk tdk keluar dari Morowali.

Menangapi hal ini Sekretaris DPC PPP Morowali, Harmain Hamran meminta Menteri Koordinator Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, menutup sementara aktifitas tambang PT. IMIP di Morowali.

“Kalau pemerintah tidak segera menutup PT. IMIP, Pandemi corona di Bahodopi akan jadi bom waktu, ungkap Harmain, seperti dikutip media lokal, Sabtu, 25 April 2020.

Facebook Comments

Most Popular

To Top
error: Content is protected !!