Warkop-98

Benarkah Jokowi Ditikam Ahok? Berikut Ulasan Aktivis Tionghoa!


10 July 2016, 0:00
Dilihat   3.3K

Nusantarakini.com, Jakarta-

JANJI POLITIK PRESIDEN
by Zeng Wei Jian

Tadi sore, saya ngobrol dengan Bang Lieus Sungkharisma di Starbuck. Ditemani juru kamera, Yohanes.

Bang Lieus bilang gerakan rakyat sudah mesti shifted. Ahok sudah selesai. “Sudah ngga mutu ngomongin dia,” katanya.

Dignity Ahok sebagai DKI-1 musnah setelah warga Penjaringan melempari batu. Memang ini fenomena spesial. Di seluruh Indonesia, hanya Ahok saja gubernur yang ditimpuki batu oleh warganya sendiri.

Ahok juga terbelit tiga skandal korupsi: RSSW, reklamasi dan terakhir lahan Cengkareng Barat.

Hujan batu dan tiga skandal korupsi ini adalah alasan Lieus nyatakan Ahok tamat. “Politisi mana lagi yang seperti ini? Apa ada yang kayak begini? Ditimpukin batu itu memalukan sekali,” imbuh Lieus Sungkharisma.

Saya sulit membayangkan betapa malu perasaan ini bila menjadi seorang Ahok di Penjaringan. Sejelek-jeleknya Gubernur Foke, dia ngga pernah ditimpuki batu oleh warga.

Lieus rupanya punya agenda menggelar halal-bilahal di atas reruntuhan puing Kampung Aquarium. Dia ingin mengajak warga menagih Janji Politik Jokowi. Perhelatan itu sedianya digelar pada tanggal 29 Juli 2016. “Bapak Presiden akan kita undang. Semoga beliau bersedia dateng,” ujar Lieus.

Saya berargumen bahwa agenda ini tidak taktis. Mesti ada distingsi antara Ahok vs Jokowi. Bagi saya, Ahok dan Jokowi tidak satu paket lagi. Bila saat ini Jokowi diserang, maka itu menguntungkan Ahok. Dia akan berlindung di balik ketiak presiden.

“Justru karena Ahok menikam Jokowi dan menghianati program Jokowi itulah maka kita mau tagih Janji Politik Jokowi,” kilah Lieus.

Bagi saya, Janji Politik bukan sebuah produk hukum. Ngga punya legal base. Cuma berdasarkan moral base. Sayangnya, tidak ada politisi yang bermoral.

Saya ingat bahwa Jokowi pernah berjanji bikin sertifikat kepada 870 KK warga Kampung Pulo dan Bukit Duri. Kedua wilayah itu malah digusur Ahok.

Jokowi pernah empat kali datang ke Pasar Ikan. Dharma Diani, warga Kampung Aquarium, mengatakan bahwa saat itu Jokowi menyampaiakn, “penggusuran bukan solusi, mba.”

Tapi alas, setelah Ahok jadi gubernur, dia menggusur tiga kampung di Pasar Ikan.

Di atas puing-puing Kampung Aquarium itu, Lieus Sungkharisma hendak menagih janji Jokowi bahwa “penggusuran bukan solusi”.

Semoga Presiden Jokowi berkenan datang nanti tanggal 29 Juli 2016. Dia mesti melihat sendiri “kampung puing” itu. Dia mesti liat bagaimana mata rakyatnya yang belakangan ini kerap basah setelah deko-deko Ahok menghancurkan kampung mereka. Dia mesti sadar benar bahwa Ahok bukan penerus Jokowi. (*mc)

zeng wei jian

Facebook Comments

Most Popular

To Top
error: Content is protected !!