Nasional

Pilpres 2024: Ijtima Ulama Rekomendasikan untuk Memilih Pasangan AMIN

“Capres dan cawapres yang direkomendasikan adalah Pak Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar.”

Nusantarakini.com, Bogor – 

Pasangan Capres Cawapres besutan Koalisi Perubahan, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (AMIN) mendapat rekomendasi dukungan dalam Pilpres 2024 dari keputusan Ijtima Ulama melalui rapat tertutup yang diselenggarakan Gerakan Nasional Pembela Fatwa Ulama (GNPF),  Persaudaraan Alumni 212 dan Front Persaudaraan Islam di Kompleks Majelis Az Zikra, Sentul, Bogor, Sabtu (18/11) malam.

Turut hadir dalam agenda tersebut antara lain Ketua Majelis Syuro PA 212 Yusuf Martak, Sekretaris Dewan Syuro PA 212 Slamet Maarif, Wasekjen PA 212 Novel Bamukmin,  dan menantu Habib Rizieq Shihab, Habib Muhammad Hanif Al-Attas.

Informasi terkait rekomendasi dukungan kepada Capres Cawapres AMIN disampaikan oleh Anggota Steering Committe Ijtima Ulama, Aziz Yanuar.

“Capres dan cawapres yang direkomendasikan adalah Pak Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar,” ucap Aziz Yanuar saat membacakan hasil rekomendasi Ijtima Ulama.

Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar sempat menghadiri pembukaan acara pada pagi harinya. Anies Baswedan menyampaikan pidato di hadapan peserta Ijtima Ulama didampingi Muhaimin Iskandar.

“Alhamdulillah, sebuah kehormatan diundang dalam Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional tahun 2023. Kami hadir bukan sekadar sebagai calon presiden-calon wakil presiden, tapi karena kami berdua adalah murid-murid dari kiai, alim ulama dan habaib,” ucap Anies dengan tegas.

Dalam pidatonya, antara lain Anies menyampaikan poin-poin sebagai sebagai berikut:

“Kita ingin agar kehidupan beragama dijaga dengan baik. Mulai dari prioritas pembangunan fasilitas-fasilitas pendidikan keagamaan yang lebih berkualitas. Kesetaraan bagi pendidikan, disamakan antara pendidikan umum dengan pendidikan agama.

Fasilitas-fasilitas seperti ini nampaknya sederhana, tapi kita tahu pondok-pondok pesantren adalah tempat dimana dulu para pejuang-pejuang dilahirkan. Dan hari ini kita harus mengembalikan prioritas agar pendidikan pesantren menjadi mainstream yang diprioritaskan oleh negara.

Dan ini adalah bagian komitmen penting kami bahwa pendidikan keagamaan mendapatkan tempat utama. [mc]

Terpopuler

To Top