Analisa

PDIP: Antara ‘Teh Botol Sosro’ dan Pancing Dua Mata Kail


16 June 2021, 1:14
Dilihat   2.4K

Nusantarakini.com, Jakarta – 

Apa pun langkah strategi PDIP selalu menarik untuk dibahas. Sebab PDIP merupakan partai pemenang pemilu 2019 lalu. Suka tidak suka, hitam putih politik Indonesia kedepan akan banyak ditentukan oleh PDIP.

Salah satu yang menarik untuk disimak adalah soal strategi PDIP menghadapi pilpres 2024 nanti. Saat ini ada dua analisa yang berkembang dalam mencermati strategi yang sedang di jalankan PDIP. Yaitu strategi “teh botol sosro” dan strategi “satu pancing dua mata kail”.

Strategi “Teh Botol Sosro”
Seperti kita ketahui, gong tanda dimulainya langkah menuju pilpres 2024 telah ditabuh oleh PDIP. Tepatnya saat Bambang Wuryanto, Ketua Bidang Pemenangan DPP PDIP muncul di media massa dan mengatakan Ganjar Pranowo tidak diundang di acara pengarahan kader PDIP se-Jateng. Alasannya Ganjar sudah melampaui batas (kemajon) dari kebijakan pusat.

Drama kemajon ini viral dan terus bergulir. Terakhir, bocoran rekaman suara Bambang Pacul yang nampak sedang rapat “tersebar” di publik. Inti percakapan, Bambang menguraikan strategi PDIP yang akan tetap mencalonkan Puan Maharani sebagai cawapres. Mirip iklan, “Apa pun makanannya, teh botol sosro minumanya”. Siapa pun capresnya, cawapresnya tetap Puan Maharani.

Pesan yang disampaikan Bambang sangat jelas, PDIP hanya fokus untuk mencalonkan Puan Maharani sebagai cawapres. PDIP tidak akan mencalonkan Ganjar sebagai capres. Bahkan Megawati dengan tegas mempersilahkan Ganjar keluar dari PDIP bila tidak siap menjadi petugas partai.

Banyak kalangan, termasuk para buzzer, yang mencemooh strategi “teh botol sosro” ini. Namun di pihak lain yang mengatakan bahwa strategi “teh botol sosro” harus dilakukan demi mengamankan PDIP dan keberlangsungan trah Soekarno dalam kepemimpinan PDIP.

Strategi “Satu Pancing Dua Mata Kail”
Banyak pihak meragukan kebenaran strategi “teh botol sosro” yang dilontarkan PDIP. Banyak pihak menilai atraksi politik yang dilakukan Bambang Pacul menyerang Ganjar hanyalah drama alias setingan.

Tujuan dari drama kemajon ini adalah selain untuk menjegal munculnya calon lawan potensial, juga agar PDIP bisa mencalonkan dua kadernya sekaligus pada pilpres 2024 nanti. Di satu sisi, PDIP akan mengunci satu tiket pencalonan Puan Maharani melalui koalisi PDIP. Disisi lain, “menjual” Ganjar Pranowo ke koalisi partai-partai lain.

Yang harus dilakukan oleh PDIP agar skenario ini berjalan adalah pertama, menjalankan drama ini sebaik mungkin. Menunjukan pesan bahwa PDIP benar-benar tidak menyukai Ganjar. PDIP pada saatnya siap melepaskan Ganjar. Langkah kedua, menciptakan oponi bahwa Ganjar adalah tokoh yang mempunyai tingkat elektabilitas yang tinggi dan sangat pantas untuk dicalonkan oleh koalisi partai-partai diluar PDIP.

Namanya juga strategi, pasti ada plan A dan plan B. Menurut anda strategi mana yang paling masuk akal? [cl]

*Dendy Susianto, Konsultan Politik StarPoll.

Facebook Comments

Most Popular

To Top
error: Content is protected !!