Politik

Usung Ahok-Djarot, Forum Jakarta Bergerak: PDI-P Tidak Pro “Wong Cilik”

Nusantarakini.com, Jakarta-

Sejak wacana pengusungan Rizal Ramli dihembuskan beberapa waktu lalu, saat itu juga dukungan kepadanya terus mengalir dengan deras. Yang unik dari Rizal Ramli dibandingkan dengan bakal-calon bakal calon yang lain adalah bahwa dukungan tersebut meluas dan menembus batas-batas sektoral.

Koordinator Forum Jakarta Bergerak (FJB), Julfi Nazli mengatakan, support dan desakan agar Rizal Ramli bersedia maju untuk DKI-1 datang dari kelompok-kelompok organisasi kemasyarakatan (ormas). Dukungan juga datang dari  berbagai kelompok etnis. Bahkan lebih dari itu desakan juga datang dari berbagai strata sosial/sektor masyarakat, baik itu dari buruh, nelayan, rakyat miskin kota hingga intelektual kelas menengah.
Rizal Ramli adalah figur yang diharapkan banyak kalangan untuk memimpin Jakarta.

“Khalayak mengerti benar, sosok Rizal Ramli-lah yang sesungguhnya dibutuhkan untuk Jakarta yang benar-benar baru, Jakarta yang tanpa tangis, Jakarta yang lebih beradab dan bermartabat, Jakarta untuk semua,” kata Julfi dalam konferensi pers di Bumbu Desa, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (20/9/2016).

Julfi juga sepakat, kunci utama tetap ada di partai-partai politik. Kami sampaikan apresiasi yang besar kepada partai-partai politik yang belakangan ini memberikan sinyal positif akan desakan masyarakat ini, meskipun masih butuh tindakan politik kongkrit atas sinyal-sinyal tersebut.

“Kami sangat apresiatif kepada Partai Amanat Nasional (PAN) yang dengan terbuka menyatakan dukungannya kepada Rizal Ramli, kami juga sangat menghargai Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Demokrat dan Partai Gerindra di mana ada tanda-tanda Rizal Ramli masuk radar mereka,” ujar Julfi.

Ketika dikonfirmasi redaksi Nusantarakini.com, terkait PDI-P yang mengusung petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang berpasangan dengan Djarot Saiful Hidayat dalam Pilgub 2017 mendatang, Julfi menjawabnya dengan diplomatis.

Menurut Julfi, PDI-P memang cukup penting dalam hal ini, mengingat PDI-P adalah partai nasionalis dan partainya “wong cilik”. Sementara, masyarakat mengerti betul sosok Rizal Ramli ini berpihak pada rakyat kecil dan benteng nasionalis. Namun, jika kenyataannya PDI-P sudah tidak ada kepeduliannya dengan “wong cilik” karena telah mengusung Ahok-Djarot, Forum Jakarta Bergerak tetap akan melakukan konsolidasi dan komunikasi politik dengan partai-partai politik lainnya untuk mengusung Rizal Ramli maju DKI-1.

Julfi mengidamkan Jakarta yang bermanfaat bagi semua seperti filosofi Pohon Kelapa. Seperti kita bisa mengurut asal muasalnya, kata Julfi, dari Sunda Kelapa, menjadi Jayakarta, sampai akhirnya menjadi nama Jakarta.

Jufli juga mengutip Pidato Bung Karno dalam ulang tahun Jakarta ke- 434, tahun 1961, “Kau gubernur Jakarta, kenalilah sejarah Sunda Kelapa, Jayakarta, sehingga bisa kau ambil buah faedahnya untuk bangun kota kemenangan sempurna, itulah arti Jayakarta. Kota yang bermanfaat bagi semua. Seperti pohon kelapa pada Sunda Kelapa berguna bagi semua. Jangan kau contoh Batavia, kota yang megah bagi kaum uangnya, tidak bagi rakyat, bahkan mereka curigai”.

“Ini menjadi momentum bagi masyarakat dan partai-partai politik untuk membangun Jakarta yang lebih beradab. Dan itu hanya bisa diperoleh dalam sosok Rizal Ramli,” ungkap Julfi.

“Kami yakin, partai-partai politik akan tergerak hatinya untuk mengusung Rizal Ramli melawan petahana Ahok, dan semoga bu Mega juga tahu petuah ayahandanya dalam pidato seperti di atas,” pungkasnya. (*mc)

whatsapp-image-2016-09-21-at-00-35-33

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top