Gelar Bimtek, Jarnas ABW Beraksi Targetkan Semua DPT Gunakan Hak Pilihnya

NUSANTARAKINI.COM _ Jaringan Nasional (Jarnas) ABW Beraksi baru saja menggelar bimbingan teknis (Bimtek) kecamatan induk dan aplikasi Forum Komunikasi (Forkom) relawan TPS pengurus korda dan korcam Kota Tasik dan Kabupaten Tasik pada Jumat (28/1/2023).

Sekjen DPW Jarnas ABW Beraksi Jawa Barat, Wiseta Angga menyampaikan, target Jarnas ABW Beraksi menempatkan relawannya di setiap Tempat Pemungutan Suara dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Target selanjutnya, jumlah relawan bisa mencapai 25.000 orang, minimal tersebar di seluruh kecamatan di Jawa Barat.

Dia menambahkan, Jarnas ABW Beraksi Jabar juga akan meningkatkan relawan di tingkat RT/RW untuk menggalang suara serta mengajak warga menggunakan hak suaranya di Pemilu.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), dari seluruh daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2019, sebanyak 192,77 juta orang, 34,75 juta orang atau 18,02 persen tidak menggunakan hak pilihnya alias golput. Sementara, Provinsi Jawa Barat, tercatat sebagai provinsi yang paling banyak golput. Jumlahnya mencapai 5,8 juta jiwa atau 17,43 persen dari total pemilih di Jawa Barat.

Untuk target perolehan suara untuk Anies Baswedan sendiri pada Pilpres 2024, Angga menyebut, 46 persen, jika tiga capres yang maju dalam Pilpres 2024.

“Sekarang baru 36 persen. Kami akan mengejar 10 persen lagi supaya bisa memenuhi target nasional,” lanjutnya.

Sedangkan, jika hanya dua capres, maka targetnya menjadi 62 persen suara di Jawa Barat, jelasnya.

Angga menjelaskan, di Jarnas ABW memiliki kode etik, yang di mana membuat simpul ini bisa dikatakan lebih terstruktur hingga ke korcam.

“Pertama, mengerjakan program atau arahan yang sudah ditetapkan oleh pusat, kayak pembentukan korda dan korcam. Yang kedua, kita tidak boleh mengambil atau menerima simpul lain untuk gabung, silahkan kembangkan masing-masing, makanya kami tidak pernah bersinggungan dengan orang lain,” jelas Angga.

Selanjutnya, dalam kode etik Jarnas ABW juga dilarang mengecam, mengkritik, atau mendeskritkan pemerintah sekarang.

“Kita ini bisa dikatakan simpulnya lebih ke arah membentuk struktur, menyelenggarakan program, dan terakhir sesuai arahan mas Anies kita harus merangkul semua, berkolaborasi, kemudian mengedepankan humanis. Sehingga, tidak ada satu pun program atau arahan yang mengevaluasi atau mengkritik di luar keharusan,” tambahnya.

Angga menuturkan, itu yang menjadi fokus Jarnas ABW Beraksi.

“Karena pemerintahan ini kan pemerintahan kita juga, dalam artian sedang menjalankan pemerintahannya,” ungkapnya.