Ekonomi

SBP: Ekonomi Indonesia ‘Berdarah-darah’ di Tangan Sri Mulyani

Nusantarakini.com, Jakarta – 

Akademisi Senior Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Sri Bintang Pamungkas (SBP) berpendapat, dilihat dari posisinya pada akhir tahun (sejak Gus Dur, Presiden dilantik pada Oktober/akhir tahun) kenaikan utang luar negeri (LN) pada masa Sri Mulyani di era SBY (akhir 2007: USD 141.2 M, akhir 2013: USD 260.0 M) mencapai sekitar USD 120 milyar.

“Dengan memperhitungkan jumlah yang dibayarkan kembali karena sudah jatuh tempo, jumlah utang barunya dalam waktu enam tahun itu tentu lebih besar dari USD 120 M,” kata Sri Bintang Pamungkas kepada Nusantarakini.com, Jakarta, Senin malam (21/8/2017).

Di zaman Jokowi, lanjut Sri Bintang, terbagi atas Bambang Brodjosumantri dan Sri Mulyani, dlam tempo 2.5 tahun, kenaikan posisi ULN tidak kurang dari USD 40 milyar. Belum terhitung talangan-talangan berupa Turn Key Projects yang semuanya ditentukan oleh RRC.

“Karena itulah Sri Mulyani tidak tahu untuk proyek apa saja. Inilah kehebatan duet Sri Mulyani dan Jokowi,” ucap mantan politisi gaek ini.

“Mestinya Sri Mulyani mundur saja, daripada Malu! Ekonomi Indonesia sudah bleeding (pendarahan) berat! Perlu operasi besar untuk menyelamatkannya. Bahkan kemungkinan perlu amputasi!” tegas Sri Bintang mengakhiri. [mc]

Terpopuler

To Top