Politik

Tim Ahok-Djarot Lakukan Money Politik Via kartu ATM Bank DKI. Dibiarkan Bawaslu?


19 February 2017, 7:13
Dilihat   6.2K

Nusantarakini.com. Segala cara digunakan oleh tim Paslon Ahok-Djarot untuk memenangkan Pilkada DKI Jakarta. Bahkan mereka berani melakukan money politik untuk meraih kemenangan. Salah satu modusnya dengan membagi-bagi uang kepada pemilih menggunakan kartu ATM.

Modus ini berhasil direkam dan dokumentasikan oleh masyarakat yang melihat langsung kecurangan ini. Aksi money politik ini dilakukan oleh pengurus Partai Nasdem, partai pendukung Paslon Ahok-Djarot.

IMG-20170219-WA0025_1487462821249

Aksi money politik ini dilakukan pada hari Sabtu tanggal 18 Februari 2017 pukul 11.00 wib di jalan Kebun Bisa II, Kelurahan Kebun Bawang, Kec Tanjung Priok, Jakarta Utara. Money politik ini berkedok pembagian dana kegiatan partai kepada pengurus Partai Nasdem. Penyaluran money politik ini dilakukan dengan menggunakan kartu ATM Bank DKI.

Pembagian kartu ATM ini sangat massif. Aksi money politik ini dibagikan kepada masyarakat di wilayah Jakarta Utara yang meliputi kecamatan Cilincing, Koja, Kelapa Gading, Tanjung Priok, Pademangan dan Penjaringan.

Acara bagi-bagi ATM ini dihadiri sekitar 1.700 orang. Selalu Ketua panitia adalah Hasan Bisri Umar, Ketua DPD DKI Partai Nasdem. Dalam sambutanya, Hasan mengatakan, “Kartu Atm ini dibagikan dalam rangka mempermudah apabila nanti partai ada kegiatan bisa menyalurkan langsung kepada ibu-ibu tidak melalui pengurus, untuk menghindari adanya potongan”.

Tentu saja acara ini sangat ramai dan ibu-ibu yang hadir saling berebut. “Saya minta ibu-ibu tertib dan antri agar pembagian ATM berjalan cepat dan lancar,” punya panitia beberapa kali. Pembagian ATM dilaksanakan dengan cara dipanggil satu persatu sesuai dengan daftar yang dimiliki oleh panitia.

Aksi pembagian ini adalah aksi nyata money politik yang dilakukan oleh tim paslon Ahok-Djarot. Berdasarkan peraturan KPU, aksi money politik tergolong pelanggaran berat dan sanksinya adalah diskualifikasi. Masyarakat berharap panwas dan Bawaslu untuk bisa menegakkan aturan secara tegas dan adil.

Facebook Comments

Most Popular

To Top
error: Content is protected !!