Nasional

Undang MUI, PBNU dan PP Muhammadiyah ke Istana, Benarkah Jokowi Kalut?


31 October 2016, 22:20
Dilihat   2.0K

Nusantarakini.com, Jakarta-

Aksi massa damai besar-besaran menuntut petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena diduga telah menistakan Al-Qur’an yang akan dilaksanakan pada tanggal 4 November 2016 mendatang ternyata mendapat perhatian dan kekhawatiran serius dari Presiden Joko Widodo alias Jokowi.

Setelah tadi siang menemui Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Hambalang Bogor; petang tadi beredar surat undangan Jokowi kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI), Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah untuk bersilaturahmi  besok pagi pukul 10.30 WIB, Selasa, 1 November 2016 di Istana Negara Jakarta.

Benarkah Jokowi kalut sehingga berusaha menggunakan berbagai cara untuk meredam aksi massa yang rencananya akan dihadiri ratusan ribu peserta dari berbagai daerah? Apakah cara tersebut akan “manjur” untuk menangani demonstrasi seperti layaknya yang pernah dilakukan ketika mengajak mahasiswa untuk makan bersama di Istana Negara?

Sepertinya untuk menjawab pertanyaan di atas kita harus sabar menunggu sepulangnya para undangan yakni MUI, PBNU dan PP Muhammadiyah dari Istana Negara akan melakukan kebijakan apa terhadap organisasinya masing-masing; yang disinyalir terkait dengan rencana aksi damai ratusan ribu massa pada 4 November 2016 mendatang. (*mc)

img-20161031-wa0095

 

Facebook Comments

Most Popular

To Top
error: Content is protected !!
Download Premium Magento Themes Free | download premium wordpress themes free | giay nam dep | giay luoi nam | giay nam cong so | giay cao got nu | giay the thao nu