Ekonomi Cukup vs Ekonomi Tak Pernah Cukup-cukup

Nusantarakini.com, Jakarta – Paradigma 1>>0 dan Paradigma 0>>1 Pada 2015, saya mengikuti diskusi buku “Ekonomi Cukup”, milik Radhar P Dahana (RDP). Hadirlah pembahasnya HS Dillon dan Sri-Edi Swasono. Intinya, ekonomi yang hadir dan bekerja hari ini adalah ekonomi yang rakus dan kejam. Kerana itu, perlu ada tesis baru. Oleh RDP, diajukanlah Ekonomi Cukup, ekonomi yang tidak rakus,…

Read More

Wawancara Ekslusif dengan Profesor Syukri Salleh: Ada Yang Keliru dari Ekonomi Islam Sekarang

Nusantarakini.com, Jakarta – Awal Februari 2018 yang lalu, saya membuat wawancara dengan Prof. Syukri Salleh. Beliau tentu tidak asing bagi kalangan intelektual di Malaysia. Uniknya, kepada saya dia menyampaikan ada revisi dengan pemikiran ekonomi Islam yang digelutinya selama ini. Mau tahu isi pikiran dan wawancara dengannya? EkonomiKa (E): Dalam rangka apa datang ke Jakarta? Sukri…

Read More

Siapa Syukri Salleh Pakar Ekonomi Politik Islam dari Malaysia?

Nusantarakini.com, Jakarta – Pada mulanya saya tertarik dengan keberhasilan Malaysia yang menerapkan Kebijakan Ekonomi Baru yang mendukung secara penuh perimbangan kesejahteraan antara puak bumi putera dan puak China. Kebijakan ini dirangsang oleh meledaknya kerusuhan antar etnis pada akhir 1960 yang mengantarkan Anwar Ibrahim dan Mahathir Mohammad sebagai pemimpin populer. Suntuk mempelajari NEP itu, akhirnya saya pun…

Read More

Tri Sukses Semu Ekonomi Presiden Jokowi

Nusantarakini.com, Jakarta –  Tri Sukses Semu Ekonomi Presiden Jokowi  Pertama, bahwa benar Indonesia telah masuk kedalam G-20 karena PDB (GDP) pada urutan ke 16 dengan nilai USD1Triliun (2017). Dengan jumlah penduduk pada urutan No. 4 setelah China, India, dan USA, idealnya Indonesia pada urutan No.4 PDB. Sedangkan GDP berdasarkan Purchasing Power Parity (PPP), Indonesia berada…

Read More

BACA. Bahaya Utang Pemerintah

Nusantarakini.com, Jakarta –  KETIKA membicarakan beban utang yang kian membesar, sering kali yang digunakan adalah indikator rasio utang pemerintah terhadap pendapatan domestik bruto (PDB). Menurut UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara pasal 12 ayat 3, jumlah utang pemerintah dibatasi maksimal 60% dari PDB. Oleh pemerintah, ketentuan ini menjadi legitimasi dalam menumpuk utang dengan…

Read More

Investasi Jumbo Negara Islam di Pertamina

Nusantarakini.com, Jakarta –  Setelah investasi Saudi Arabian Oil (Aramco) untuk kilang RDPM Cilacap Maret 2017, kini menyusul OOG (Overseas Oil and Gas LCC) dari Oman untuk kilang Bontang dengan 10 miliar USD (Rp 130 triliun). Menarik kedua investasi Middle East ini. Aramco, ialah perusahaan minyak terbesar Middle East, menempatkan 6 miliar USD atau 45% untuk…

Read More

PISPI Sinergikan Anggota, Garap Agrobisnis di Pasangkayu

Nusantarakini.com, Pasangkayu – Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia (PISPI) mewujudkan misi untuk berperan langsung dalam membangun daerah. Beberapa pengurus PISPI datang ke Kabupaten Pasangkayu Sulawesi Barat untuk melakukan dialog sekaligus merumuskan langkah kongkret dalam mengembangkan agrobisnis di kabupaten yang sebelumnya bernama Mamuju Utara itu, Sabtu (3/2/2017). Pengurus yang hadir dari berbagai profesi, antara lain Direktur Utama…

Read More

BACA. Optimisme Pengusaha Muslim Tingkat Tinggi

Nusantarakini.com, Jakarta – Ingatkah Anda cerita heroik penaklukan dua negara super power Romawi dan Persia oleh orang-orang Arab yang telah di penuhi cahaya Iman? Kisahnya mirip dengan kemenangan Daud melawan Jalut. Secara akal sepertinya mustahil orang-orang Arab mengalahkan kekuatan yang tentaranya ditakuti seluruh bangsa pada saat itu. Hal yg mirip juga terjadi di Jakarta, setahun…

Read More

Pasal Teori Kekayaan

Nusantarakini.com, Jakarta – Tulisan ini berangkat di atas rel akal sehat, bukan dogma seperti yang terjadi pada ilmu ekonomi yang berlaku. Ilmu ekonomi tak ubahnya fikih yang telah berjalan di atas suatu pra keyakinan. Maka penulis pun menulis. Baiklah, bermula kekayaan itu terbagi dua. Atau harta itu terbagi dua kategori: 1. HARTA BEKU Disebut beku,…

Read More

Dituduh Bela Intoleransi, Traveloka Diboikot Netizen

Nusantarakini.com, Jakarta Pendukung Jokowi-Ahok kembali tertempar oleh ulahnya sendiri. Bila beberapa hari lalu Jokowi dipermalukan oleh ulah relawan Projo saat meneriaki Anies Baswesan di acara pernikahan puterinya, kali ini mereka kembali mempermalukan diri sendiri saat acara ulang tahun lembaga pendidikan katholik Kolese Kanisius. Mereka tertampar oleh jargon anti kebhinekaan dan intoleransi yang selalu mereka gunakan…

Read More

DARURAT PHK: Daya Beli Masyarakat Menurun

Nusantarakini.com, Jakarta –  Dalam 3 bulan terakhir pada tahun 2017 ini, setidak 50 ribu buruh sudah di-PHK di berbagai sektor industri. Demikian disampaikan Presiden KSPI Said Iqbal di Jakarta, Jum’at (6/10/2017). Menurut Said Iqbal, gelombang PHK ini terjadi akibat menurunnya daya beli masyarakat, yang salah satunya disebabkan oleh adanya kebijakan upah murah melalui Peraturan Pemerintah…

Read More

Bank Jualan E-Money, Negara Jadi ‘Sales’nya?

Nusantarakini.com, Jakarta – Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPEK Indonesia) kemarin Senin, 2 September 2017 melakukan audiensi dengan Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BKPN) dan diterima oleh beberapa Komisioner BPKN, antara lain Dr. Ir. Arief Safari, MBA, Prof. Dr. Ir. Atih Surjati, M.Sc, Bambang Sumantri, MBA dan lain-lain. Audiensi terkait penolakan ASPEK Indonesia dan Konfederasi Serikat Pekerja…

Read More

Salamuddin Daeng: Inilah Tiga Skema Kejahatan Terhadap Wong Cilik Era Jokowi

Nusantarakini.com, Jakarta – Salamuddin Daeng menguraikan secara kritis skema kejahatan terhadap wong cilik melalui instrumen negara. Dia menyatakan, wong cilik tak ubahnya dipites bagaikan kutu. Terutama dalam memobilisasi sumber keuangan negara. Lebih lanjut, inilah uraiannya. Skema WONG CILIK DIPITES dalam strategi keuangan Pemerintahan Jokowi; 1.  Rakyat Dikeruk  Pajak Tinggi – APBN 2018 ditargetkan meningkat dibandingkan…

Read More

Ibnu Khaldun: Tanda Menuju Runtuhnya Negara, Ketika Pungutan Pajak Makin Gila! Haa! Indonesia?

Nusantarakini.com, Jakarta – Jangan-jangan tanpa kita sadari, bentar lagi Indonesia menuju keruntuhannya, jika tidak ada koreksi besar-besaran. Menurut Ibnu Khaldun, bila mana ikatan perasaan senasib sepenanggungan dan seharapan (ashobiyyah) telah sirna dari suatu negara, maka tunggulah tidak berapa lama lagi negara tersebut akan runtuh. Apalagi jika diserang pula dari luar dikombinasikan pembusukan dari dalam oleh…

Read More