Ganjar-Mahfud atau Prabowo-Gibran Tereliminasi di Pilpres 2024?

Sulitnya pasangan Ganjar-Mahfud lolos ke putaran kedua lantaran terpecahnya suara Ganjar dan Gibran. Sedangkan pemilih PPP banyak mendukung pasangan calon Anies-Muhaimin.

Nusantarakini.com, Sumedang – 

Penulis salah satu yang berpendapat bahwa Pilpres 2024 akan berlangsung satu putaran. Memasuki 67 hari menuju hari pencoblosan, 14 Februari 2024 prediksi satu putaran tersebut agaknya sulit terwujud.

Pilpres 2024 diprediksi bakal berlangsung keras dan seru. Persaingan amat ketat. Masing-masing pasangan calon memanfaatkan kelemahan masing-masing.

Prediksi Pilpres 2024 bakal berlangsung dua putaran mematahkan argumentasi sebelumnya. Seruan satu putaran seperti didengungkan oleh relawan pasangan calon nomor urut 1 (Anies-Muhaimin) dan 2 (Prabowo-Gibran) bakal sulit terwujud.

Pasalnya, belum ada pasangan calon presiden dan calon wakil presiden menurut hasil survei yang berada di posisi aman. Rata-rata keterpilihan masih di bawah 50 persen.

Boleh saja pasangan calon nomor urut 2 merasa berada di atas angin. Bukan rahasia umum lagi, pasangan calon nomor urut 2 menguasai instrumen politik, intelijen, kekuasaan dan logistik.

Tapi itu bukan jaminan. Pemilih Ganjar Pranowo dan Gibran Rakabuming Raka berasal dari ceruk yang sama. Ini yang menyulitkan pasangan calon nomor urut 2 dan 3 booming. Suara kedua pasangan ini terbelah dua.

Malah bisa-bisa pasangan Prabowo-Gibran dan Ganjar-Mahfud tergerus suaranya. Faktor pendorong jatuhnya suara Ganjar Pranowo dan Gibran Rakabuming Raka adalah selain karena figur dan persaingan perebutan suara di ceruk yang sama keduanya amat keras.

Sementara pemilih partai koalisi Indonesia Maju seperti Golkar dan PAN tidak solid. Banyak pemilih dan calon anggota legislatif Golkar dan PAN diam-diam mendukung pasangan calon nomor urut 1, AMIN.

Figur Gibran Rakabuming Raka sulit mendongkrak suara pasangannya karena pihak oposan Presiden Jokowi gencar melancarkan gerakan Pemilu tanpa Jokowi. Disamping itu, Prabowo Subianto telah banyak ditinggal oleh pendukung militan Prabowo Subianto di Pilpres 2019 yang lalu.

Pendukung Prabowo Subianto banyak mengalihkan dukungan pada pasangan calon nomor urut 1, Anies-Muhaimin (AMIN). Kampanye “2024 Tetap Prabowo” tak banyak berpengaruh terutama dari basis massa umat Islam.

Sementara Gibran Rakabuming Raka banyak disorot intervensi Presiden Jokowi dan kompetensi Gibran Rakabuming Raka yang belum teruji dan terbukti untuk memimpin 278,69 juta jiwa penduduk Indonesia. Belum ada prestasi gemilang Gibran Rakabuming Raka selama 2 tahun menjadi Walikota Solo untuk “dijual” ke publik Indonesia.

Demikian pula halnya dengan pasangan calon nomur urut 3. Peran Mahfud MD untuk mengambil suara dari kalangan Nahdliyyin tidak terlalu berpengaruh signifikan. Banyak yang memprediksi perolehan suara pasangan Ganjar-Mahfud di Pilpres yang akan digelar 14 Februari 2024 tak akan lebih dari 20 persen suara.

Sulitnya pasangan Ganjar-Mahfud lolos ke putaran kedua lantaran terpecahnya suara Ganjar dan Gibran. Sedangkan pemilih PPP banyak mendukung pasangan calon Anies-Muhaimin.

Suara Ganjar-Mahfud lebih mengandalkan pendukung militan PDIP. Sedangkan figur Mahfud MD plus PPP tidak mampu mendongkrak suara Ganjar Pranowo karena mayoritas suara kaum Nahdliyyin ke pasangan nomor urut 1. Sebagiannya lagi ke nomor urut 2. [mc]

Wallahua’lam bish-shawab. 

Sumedang, 24 Jumadil Awwal 1445/8 Desember 2023.

*Tarmidzi Yusuf, Kolumnis.

(Foto: CNBC Indonesia).