Opini

Skenario Besar Allah SWT Tidak Mungkin Dikalahkan Skenario Siapapun

Oleh: Gus Aam Wahib Wahab

Cucu KH Wahab Chasbullah Pendiri NU dan Pahlawan Nasional. 

Nusantarakini.com, Jakarta – 

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa salah satu Bacapres dan Bacawapres 2024 sudah deklarasi dan siap maju sebagai Capres Cawapres 2024 Pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar dikenal dengan sebutan AMIN.

InshaaAllah Pasangan Bacapres dan Bacawapres 2024 AMIN ini bagian dari skenario besar Allah SWT.

Seperti kita ketahui bersama bahwa yang memilih dan mengusung pertama kali pak Anies Baswedan sebagai Bacapres 2024 adalah Pak Surya Paloh, Ketua Umum (Ketum) Partai Nasdem.

Pak Surya Paloh, memang politisi senior yang sudah paripurna hidupnya. Saatnya beliau memberikan waktu, tenaga, pikirannya dan harta serta jiwanya untuk Indonesia.

Berjuang dan mengabdi untuk Nusa, Bangsa dan Negara RI. Di sisa-sisa usianya dengan mata hatinya yang bersih, keinginan yang kuat, pemikiran yang tajam, niat tulus ikhlas yang sangat mulia dan dengan hidayah dari Allah Azza Wajalla.

Beliau ingin berjuang dan mengabdi untuk nusa, bangsa dan agama.

Beliau ingin melihat dan menyaksikan NEGARA HADIR dalam memberikan solusi yang sedang dihadapi rakyat dan Bangsa Indonesia.

Beliau ingin melihat menyaksikan negara RI menjadi Negara Baldatun Thoyibbatun War Robbun Ghofuur.

Untuk mewujudkan pemikiran atau gagasan keinginannya yang kuat tersebut, Allah SWT memberikan hidayah menuntun beliau untuk memilih dan mengusung Bapak Anies Baswedan sebagai Bacapres 2024.

Kenapa pak Surya Paloh memilih Anies Baswedan sebagai Bacapres 2024?

Tentu dengan berbagai macam pertimbangan di antaranya sebagai berikut:

Bahwa Indonesia sangat membutuhkan Calon Pemimpin yang diharapkan/diinginkan mampu dan bisa mengatasi berbagai permasalahan rakyat, bangsa dan negara yang sedang dalam serba berat dan sulit ini.

Oleh karena itu dibutuhkan calon pemimpin yang mempunyai sifat Amanah, Shiddiq, Fathonah, Tarbiyah, Berakhlakul karimah, cerdas, smart dan profesional.

Pemimpin yang mempunyai integritas dan komitmen yang kuat dan memiliki rekam jejak luar biasa, spektakuler dan brilian.

Ketika pak Anies Baswedan menjadi Gubernur DKI Jakarta beberapa waktu lalu, banyak sekali kerja-kerja nyata, hasil karyanya yang sampai sekarang masih bisa dinikmati oleh warga Jakarta dan juga masyarakat Indonesia.

Dan yang paling penting dari kerja-kerja nyata dan hasil karyanya tersebut, banyak sekali manfaat yang diperoleh warga Jakarta dan masyarakat Indonesia

Saya yakin Pak Surya Paloh melihat itu semua ada di dalam diri pak Anies Baswedan. Sehingga akhirnya Pak Surya Paloh sebagai Ketum Nasdem dengan berani, tegas dan cepat memilih dan mengusung Pak Anies Baswedan sebagai Bacapres 2024.

Begitu pula terjadi ketika Pak Surya Paloh Ketum Nasdem dan para tokoh Nasdem memilih Bacawapres pak Anies Baswedan

Kenapa?
Pimpinan dan para tokoh Partai Nasdem mengusulkan Bacawapres Pak Anies Baswedan adalah Muhaimin Iskandar Ketum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Berdasarkan data dan fakta di lapangan bahwa Jawa Timur (Jatim) dan Jawa Tengah (Jateng) basis suara pemilihnya adalah warga Nahdliyin dan abangan.

Apabila ingin menang di Pilpres dan Pileg 2024 di Jatim dan Jateng Bacawapres harus warga Nahdliyin asal Jatim. Dan salah satu partai yang mempunyai infrastruktur sangat kuat di Jatim dan Jateng serta mempunyai kedekatan, hubungan yang baik dengan warga Nahdliyin adalah PKB.

Akhirnya pilihan Bacawapres Anies Baswedan jatuh kepada Muhaimin Iskandar.

Kita semua tahu Muhaimin Iskandar Ketum PKB tentu tidak bisa dipisahkan dengan PKB. Dan jangan lupa PKB lahir dari rahim NU. Dan salah satu partai yang sejak awal bergabung dalam KPP adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

PKS secara resmi melalui keputusan Majelis Syuro PKS menetapkan dan menyetujui Bacapres dan Bacawapres 2024 Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar, AMIN.

PKS sangat memegang teguh komitmen tersebut bukti dari komitmen tersebut di Mabes DPP PKS TB Simatupang Jakarta berdiri tegak dan berkibar baliho besar dan megah foto Bacapres dan Bacawapres 2024, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (AMIN).

Apalagi beberapa hari sebelumnya, ketika Bacapres dan Bacawapres 2024 melakukan kunjungan silaturahim kebangsaan ke markas besar DPP PKS di TB Simatupang Jakarta disambut dengan lagu “Yalal Wathon” diciptakan oleh KH Wahab Chasbullah Pendiri NU dan Pahlawan Nasional.

Lagu “Yalal Wathon” adalah Lagu Cinta tanah air sepenuh hati. Lagu “Yalal Wathon” sangat heroik dan banyak audience yang merinding mendengarnya.

Sebenarnya, PKS sudah lama berbenah diri ingin tampil beda. Alhamdulillah PKS saat ini benar-benar tampil beda. Tampil kental dengan warna ke-NU-annya.

Ini ditandai dengan bergabungnya beberapa tokoh NU di antaranya: Banyak Kyai, Habaib, Gus dan Ulama bergabung dengan PKS.

Presiden PKS adalah orang NU, beberapa ketua DPW dan DPD PKS banyak orang NU, anggota dewan banyak orang NU.

Dan Saya sendiri Gus Aam Wahib Wahab diminta maju sebagai Caleg DPR RI PKS, Dapil Jatim 8: Mojokerto Jombang, Nganjuk dan Madiun.

Dan masih banyak lagi, Caleg PKS dari Dzuriyah pendiri NU dan orang NU.

Dan yang paling penting PKS sudah lama dan sampai saat ini secara istiqomah PKS terus melaksanakan amaliyyah Ahlus Sunnah Waljamaah, sering mengadakan kegiatan sebagai berikut: Semaan Qur’an, Tahlilan , Shalawatan, Pengajian, Pengajian kitab kuning, Ziarah kubur, dll.

Dengan melihat tanda-tanda hadirnya skenario besar Allah SWT, ketiga partai tersebut yang tergabung dalam Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) harus segera action kerja dengan sepenuh hati, tulus ikhlas, semata mata karena Allah SWT, kerja keras, kerja cerdas, kerja smart dan kerja cepat.

Kerja langit harus fokus dan concern pada warga Nahdliyin dengan rasa cinta dan sayang serta ingin menyatu dengan warga Nahdliyin dengan niat tulus ikhlas semata-mata ingin berjuang bersama-sama hadir memberikan solusi terbaik. Khususnya untuk warga Nahdliyin dan rakyat Indonesia pada umumnya.

Keluar dari keterpurukan dan kehancuran menuju perubahan dan perbaikan beragama, berbangsa dan bernegara demi tercapainya tujuan utama bangsa dan negara RI yaitu kesetaraan, keadilan dan kesejahteraan
bagi seluruh rakyat Indonesia.

PKS ingin berjuang bersama sama dengan PKB, Nasdem dan warga Nahdliyin. Dan PKS juga ingin bekerjasama secara khusus dengan warga Nahdliyin hadir memberikan solusi dalam bentuk perhatian, advokasi, bantuan dan kerjasama dengan seluruh warga Nahdliyin yang ada di Struktural NU dan NU kultural dengan baik dan saling menguntungkan, manfaat dan barokah

Oleh karena itu, saya Gus Aam Wahib Wahab, Cucu Pendiri NU dan Pahlawan Nasional, menghimbau kepada jajaran pimpinan PBNU dengan kesadaran, kedewasaan, jiwa besar, dan jiwa Kenegarawanan segera mengambil sikap tegas, berani, objektif, arif dan bijak.

Jangan sampai NU diadu domba, dipecah belah, hanya karena perbedaan pendapat, perselisihan paham dan pertikaian sesama warga Nahdliyin.

Dan Jajaran Pimpinan PBNU sampai ke tingkat MWC dengan kesadaran kedewasaan, jiwa besar dan jiwa kenegaraan secara pribadi bukan sebagai pengurus segera bersikap tegas, berani arif, bijak dan adil memberikan dorongan moril, mendukung dan mendoakan orang-orang NU yang ingin berpolitik menyalurkan aspirasi politiknya melalui partai-partai yang berbasis agama berpaham Ahlus Sunnah Wal Jamaah seperti PPP, PKB, PAN dan PKS juga partai-partai yang selama ini pernah berjasa dan memberikan manfaat yg berdampak besar terhadap kemaslahatan NU dan warga Nahdliyin.

Juga memberikan dorongan moril, dukungan dan doa serta mengarahkan kepada warga Nahdliyin yang ingin memberikan suaranya dalam menentukan pilihan Presiden dan Wakil Presiden serta Wakil Rakyat di Pilpres dan Pileg 2024 yang benar-benar konsisten istiqomah memperjuangkan kepentingan rakyat bangsa dan negara RI Berjuang dan mengabdi untuk Nusa, Bangsa dan Negara RI.

Bukan malah mengarahkan warga Nahdliyin memilih Capres Cawapres dan Wakil Rakyat kepada partai-partai yang selama ini mengecewakan Umat Islam, tidak suka dengan Islam dan menyerang umat Islam.

Inilah saatnya bagi PBNU menyatukan seluruh potensi dan kekuatan Warga Nahdliyin. Baik Warga Nahdliyin yang ada di NU struktural maupun NU kultural menjadi sesuatu kekuatan besar demi Nusa, Bangsa dan agama.

Demi membesarkan NU. Demi mengembalikan NU sebagai payung dan jangkarnya NKRI. Demi mengembalikan NU sebagai partner pemerintah.
Demi mengembalikan marwah dan martabat NU.

InshaaAllah, dengan seluruh potensi dan kekuatan Bapak Anies Baswedan yang luar biasa didukung rakyat, didukung dan didoakan Kyai, Habaib, Ulama dan pemuka agama dan didukung berbagai kalangan dan didukung jutaan relawan yang militan.

Serta potensi dan kekuatan infrastruktur partai Nasdem, PKB, PKS. Serta seluruh potensi dan kekuatan warga Nahdliyin dan masyarakat Indonesia yang luar biasa.

Saya sebagau Dzuriyah pendiri NU, para Kyai, Habaib, Gus dan Ulama serta seluruh rakyat Indonesia meyakini Haqqul Yakin skenario besar Allah SWT, InshaaAllah terwujud dan terlaksana dengan baik berjalan Lancar dan hasil maksudnya.

Bapak Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar Bacapres dan Bacawapres 2024 menang di pilpres 2024 dan dilantik menjadi Presiden RI dan Wakil Presiden RI di tahun 2024. [mc]

Aamiin Yaa Robb, Yaa Mujibassailiin.

Jakarta
Senin 25 September 2023.

*Gus Aam Wahib Wahab,
Ketum Khithah Ulama Nahdliyin (KUN);
Ketum Forum Silaturahim Kyai Habaib Ulama Indonesia (FORSIKUHABIN).

Terpopuler

To Top