Nasional

Solusi Songo atas Terorisme

Nusantarakini.com, Jakarta –

Kekuatan-kekuatan Ril Internasional Mempengaruhi Jalannya Politik Indonesia Pasca Tumbangnya Uni Soviet dan Konteks Munculnya Peristiwa Bom di Tengah Tibanya Masa Pemilu dan Pilpres yang Menjadi Sarana Rutin Sirkulasi Kekuasaan Nasional

Panjang amat judulnya, ya. Tapi dengan judul itulah kita akan memahami konteks pemboman yang kerap hadir menjelang pemilu. Berarti ada variabel: kekuatan internasional yang interdependensi dengan situasi nasioanal. Peristiwa khas ini kerap hadir jelang pergantian kepemimpinan dan kekuasaan nasional. Kenapa harus hadir peristiwa semacam itu? Karena peristiwa pemboman tidak saja melukai fisik, tapi sebenarnya juga mengubah tatanan opini, apalagi jika timbul reaksi massal baik struktural yaitu pemerintah maupun publik. Nyatanya tak dapat dihindari, reaksi simultan kombinasi dua reaksi itu timbul.

Setelah Uni Soviet bubar, terdapat 4 kekuatan riil internasional yang memiliki kepentingan langsung dengan jalannya situasi nasional Indonesia. Mereka adalah: tentu saja Amerika Serikat dan sekutunya terkait kepentingan bisnis dan pengaruh politiknya di sini, sekaligus menggendong kepentingan Kristen; Katolik internasional oleh Vatikan terkait bisnis dan agamanya di sini; RRC yang makin bernafsu ingin menjadi kekuatan global dengan memberdayakan secara eskalatif jejaring tradisionalnya, dan; Islam yang mencoba berdiri secara tertatih-tatih untuk mencari dukungan internasional, namun tampaknya sulit mengingat KSA dan Iran secara keras saling bersaing jegal menjegal secara internasional dengan isu Syiah vs Sunni sehingga kekuatan Islam yang landasannya kuat di Indonesia secara kultural harus kelimpungan, stress dan depresi. Akibat situasi ini, entitas dari Islam yang paling tertekan amat mudah dimanipulasi dan dieksploitasi oleh 3 kekuatan sebelumnya yang menyaru sebagai patron munafik. Tiga kekuatan tersebut, dengan lihai memainkan metode proksi dan perang troya.

Sulit disangkal, setiap kali kita menganalisis kejadian-kejadian misterius pemboman yang berefek teror terkendali dan tidak berdampak menjatuhkan rezim, dan hanya sekedar menekan rezim, maka selalu bermuara ke tiga kekuatan internasional tersebutlah yang tersangka sebagai pemain besarnya.

Solusi
Lalu bagaimana solusinya bagi kita sebagai orang yang bersyukur ditakdirkan sebagai muslim di negeri yang menjadi objek ketiga kekuatan internasional tersebut?

1. Perkuat persatuan.
2. Perkuat rasa sayang terhadap agama dan sesama muslim.
3. Asah terus berpikir rasional.
4. Utamakan selalu ilmu.
5. Utamakan adab dan akhlak.
6. Jaga akidah dan maqashid syariah.
7. Organisasikan kekuatan ekonomi.
8. Jaga pikiran kritis, tidak taklid buta dan sikap dan pikiran terbuka.
9. Utamakan gerakan ekonomi dan moral daripada gerakan politik.

Itulah kira-kira Solusi Songo. Daripada memuja-muja Walisongo, mending deh kita memusatkan diri ke Solusi Songo di atas, biar tidak senantiasa jadi mangsa ketiga aktor internasional tersebut.

Setuju? Silakan diamalkan! (juju)

Terpopuler

To Top