Hukum

Presiden PERMANA: Ahok Takut Cipinang!

Nusantarakini.com, Jakarta –

Semua orang di lawan, dengan berbagai dalil dan mencitrakan dirinya sebagai orang yang paling bersih anti korupsi dan tidak takut dengan siapapun, ternyata cuma isapan jempol belaka ucapan-ucapan Ahok yang selalu di citrakan oleh media-media milik para para pendukungnya atau bisa dibilang media bayaran. Demikian disampaikan Presiden Perhimpunan Mantan Narapidana (PERMANA) Rijal Kobar.

Rijal menyampaikan, Cipinang membahayakan Ahok itu sesuatu yang sangat berlebihan. Kata dia, yang seharusnya adalah setelah Ahok dinyatakan bersalah maka sudah selayaknya ditahan di Cipinang, sesuai dengan Keputusan Hakim.

Ternyata, lanjut Rijal, itupun tidak dilakukan dan anehnya pihak penegak hukumlah yang menghalang-halangi dia ditempatkan di Cipinang. Sesuatu yang sangat menyakitkan keadilan negeri ini bahwa ‘siapapun sama dimata hukum.’

“Rupanya Ahok telah merubah keadilan hukum. Ahok telah melakukan perubahan atas Hukum itu sendiri. Ternyata ucapan Ahok tidak sesuai dengan sikap dan prilakunya. Rupanya dia bukanlah seorang pemimpin yang berani mempertanggungjawabkan atas apa yang dia perbuat, dia hanya pemimpin pencitraan dan omong besar, saat ini yang disalahkan Cipinang selalu saja ada kambing hitam,” tegas Rijal dalam keterangannya kepada Nusantarakini.com, Jakarta, Jumat (23/6/2017).

“Rupanya hukum di negeri ini sudah tergadaikan oleh para taipan. Hukum tajam kepada para ulama, aktivis dan masyarakat yang melakukan kritik, sedang tumpul kepada para taipan yang telah banyak merampok dan membuat gaduh Ibu Pertiwi,” imbuh Rijal.

Menurut Rijal, amannya seseorang di dalam Cipinang tergantung sikap dan perbuatan orang itu untuk bisa beradaptasi dengan lingkungannya. Berarti tidaklah semua orang di Cipinang adalah para penjahat yang akan membunuh sesama napi, sesuatu yang jauh dari pikiran-pikiran napi.

“Karena yang ada di pikiran para napi adalah bagaimana dia bisa bebas cepat dan bisa berbuat baik di dalam penjara. Semoga saja mata dan hati para penegak hukum di negeri ini terbuka untuk mau menegakkan hukum yang adil dan seadil-adilnya,” ungkap Rijal mengakhiri keterangannya. [mc]

Terpopuler

To Top