Pilkada DKI

Siap Tagih Janji Anies-Sandi, Jaringan 98 juga Minta Presiden dan Aparat Netral


13 April 2017, 13:19
Dilihat   1.9K

Nusantarakini.com, Jakarta – 

Jaringan 98 mengapresiasi Pilkada Serentak 2017 yang berlangsung cukup kondusif di 101 daerah. Serta tingkat partisipasi masyarakat yang cukup tinggi yaitu di atas 70 persen.

Juru Bicara Jaringan 98 Ricky Tamba menyampaikan, secara khusus, Lembaga nya juga mengamati adanya kecenderungan di Pilkada DKI Jakarta yang banyak memilih pasangan nomor urut tiga Anies Baswedan-Sandiaga Uno (Anies-Sandi).

“Selamat untuk Anies-Sandi. Selamat juga untuk Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Presiden PKS Sohibul Iman, serta para relawan paslon tiga. Jaringan 98 siap mendoakan demi Jakarta yang lebih baik di putaran kedua,” kata Ricky Tamba kepada wartawan di Jakarta, Rabu (15/2).

Jaringan mantan aktivis mahasiswa gerakan Reformasi 1998, lanjut dia, juga mengharapkan agar Anies-Sandi konsisten akan janjinya menyediakan lapangan kerja baru, mencetak ratusan ribu wirausahawan baru serta menolak reklamasi yang merugikan nelayan dan rakyat miskin Jakarta.

“Jaringan 98 akan menagih janji setelah pelantikan Anies-Sandi, karena visi misi kampanye telah menjadi perikatan antara Anies-Sandi dengan rakyat saat memimpin Pemprov DKI Jakarta selama lima tahun ke depan,” ujar Ricky.

Menurut Ricky, Jaringan 98 mencatat dan merekam janji kampanye Anies-Sandi dengan tagline “Maju Kotanya Bahagia Warganya” yang akan menjadi tolak ukur pembangunan di era kepemimpinan baru nanti.

“Sejak kecil saya tumbuh berkembang di Jakarta yang sangat saya cintai, bahkan secara pribadi saya adalah junior Sandiaga Uno di klub basket Citra Satria Senayan. Sehingga saya akan mengajak teman-teman kader Jaringan 98 untuk berdiri terdepan berjuang bersama rakyat bila Anies-Sandi berkhianat. Kami siap tagih janji,” terangnya.

Jaringan 98 juga mengharapkan agar situasi ekonomi politik terus kondusif, seharusnya Presiden Joko Widodo, Komisi Pemilihan Umum, TNI/ Polri serta aparatur birokrasi lain bersikap netral dan independen dalam menyikapi ajang Pilkada DKI putaran kedua nanti.

“Bila terjadi kecurangan, manipulasi dan intimidasi akan mendorong eskalasi kemarahan rakyat yang lebih luas. Pasca kasus penistaan agama Islam oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama,” pungkas Ricky mengakhiri keterangannya. (mc) 

Facebook Comments

Most Popular

To Top
error: Content is protected !!