Politik

Hasto: Peluang Ahok Menyempit di PDI-P. Simak Buktinya!


8 August 2016, 14:18
Dilihat   2.5K

Nusantarakini.com, Jakarta-

Peluang petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dalam bursa pemilihan Gubernur DKI 2017 semakin menyempit. PDI-P nampaknya sudah mulai menjajaki untuk berkoalisi dengan partai lain dalam pilkada DKI Jakarta 2017.

Hasto Kristiyanto, Sekretaris Jenderal PDI-P  mengatakan opsi untuk mengusung Ahok sebagai calon Gubernur DKI Jakarta sangat kecil. Alasannya, menurut Hasto, meski opsi tersebut muncul, kalangan internal PDI Perjuangan marah dengan ucapan Ahok pada 29 Juli lalu.

Ahok secara tegas saat itu pernah mengatakan tidak akan mendaftar ke PDI Perjuangan. Ahok yakin, tanpa mendaftar ke PDI-P, tiga partai pengusungnya (NasDem, Hanura, dan Golkar) memiliki cukup kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta untuk mengusungnya maju pada pilkada 2017.

Mengacu pada keputusan DPP PDI-P, bahwa setiap calon Gubernur DKI Jakarta yang ingin mendapat dukungan dari partai itu harus mengikuti prosedur dan mekanisme penjaringan. Sehingga, kalau Ahok ingin diusung PDI-P, dia harus ikut mekanisme tersebut.

Melihat tingkah polah Ahok, Hasto sangat menyayangkan sikap dan pernyataan Ahok yang menjadi viral di media. Hasto menjelaskan bahwa hubungan antara Ahok dan partainya sudah menghangat, sehari sebelum Gubernur DKI itu sempat membicarakan pilkada dengan PDI-P. “Momentumnya kurang dijaga dengan baik oleh Basuki,” ujar Hasto.

PDI-P sendiri saat ini mulai mengkombinasikan nama-nama yang ada dari hasil penilaian partainya. Namun Hasto menolak menyebutkan nama-nama tersebut. Meskipun begitu, Hasto tak menampik nama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat masuk dalam daftar nama itu.

Hasto melanjutkan, PDI-P juga mempunyai opsi lain, yang bakal menjadi kejutan dalam pemilihan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Apalagi, saat ini, nama-nama yang muncul dalam bursa calon pemimpin Jakarta yang beredar sangat dinamis. Hasto juga membocorkan, telah mencuatnya nama mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan dalam bursa pencalonan. “PDI-P membuka pintu untuk berkoalisi dengan partai lain,” pungkas Hasto seperti yang dilansir Tempo.co. (*mc)

Facebook Comments

Most Popular

To Top
error: Content is protected !!