Nasional

Benarkah Ada Uang Tebusan Untuk Pelepasan 10 Sandera Abu Sayyaf?


2 May 2016, 5:48
Dilihat   1.8K

Nusantarakini.com, Jakarta.- Di balik berita-berita media meanstream yang penuh puja-puji atas keberhasilan pemerintah Indonesia melepaskan 10 sandera dari Abu Sayyaf, media lokal Filipina justru dingin-dingin saja.

Berita-berita yang beredar di media lokal menyebutkan bahwa perusahaan kapal tugboat, Patria Maritime Lines, telah menyepakati untuk memberikan uang tebusan sebanyak 50 juta peso (sekitar USD 1 juta dolar) untuk pembebasan sandera.

Pejabat militer Filipina, yang terlibat dalam proses pembebasan, mengatakan bahwa proses pembebasan 10 sandera dimediasi oleh salah seorang pemimpin pejuang Moro National Liberation Front.

Pejabat militer Filipina, yang tidak mau menyebutkan namanya ini, menjelaskan para sandera dikawal keluar dari pedalaman hutan di pulau Sulu menggunakan mobil jepney dan diturunkan di depan rumah gubernur Abdusakur Tan II.

Saat ditanya apakah ada uang tebusan dalam pelepasan 10 sandera Indonesia, ia mengatakan tidak mengetahui secara pasti. Tapi kebiasaan selama ini kelompok Abu Sayyaf hanya akan melepaskan sandera bila ada uang tebusan, tutur pejabat militer tersebut.

Walikota Jolo, Hussin Amin, mengucapkan  selamat atas pelepasan 10 sandera asal Indonesia. Namun demikian ia juga menyatkan tidak tahu persis soal uang tebusan.

“Jika pelepasan sandera secara besar-besaran ini karena ditukar dengan uang, maka artinya mereka yang membayar adalah mendukung Abu Sayyaf”, kata Hussin Amin. “Sebab uang itu akan digunakan untuk membeli senjata lebih banyak lagi dan digunakan sebagai dana mobilisasi oleh para kriminal”, tegas walikota Sulu.

Minggu lalu, kelompok Abu Sayyaf memenggal kepala seorang sandera berkebangsaan Canada, setelah deadline pemberian uang tebusan melampaui deadline yang telah mereka tentukan.

Saat ini Abu Sayyaf masih menyandera empat orang asal Indonesia. Kita berharap mereka mau melepaskan sandera yang tersisa secara baik-baik. (*Mayang Kemuning)

 

Facebook Comments

Most Popular

To Top
error: Content is protected !!