Tausiah

Menapak Langkah Mencari Ilmu Hikmah (4)


23 June 2017, 13:36
Dilihat   4.4K

Nusantarakini.com, Yogyakarta – 

Di tengah-tengah saya menekuni Ilmu Al Hikmah dengan sowan ke Mbah Ahmad Pekalongan dua bulan sekali, ada berita dari om (adik dari ibu) yang melarang saya mengajak adik sepupu (anaknya) yang kuliah di UGM untuk belajar ilmu kekebalan.

Hal ini disebabkan tangan sepupuku pada memar biru-biru seperti disabet benda tajam. Ketika ditanya orang tuanya, “kenapa tanganmu kok sampai biru lebam begitu?”  Akhirnya mengaku habis mencoba ilmu kebal yang baru di “isi.”

Tentu saja saya heran karena tidak pernah merasa mengajak. Setelah ditanya, sepupuku bercerita bahwa dia berguru ilmu kebal di daerah Bantul. Waktu itu saya sedang senang-senangnya belajar ilmu Hikmah dan Kan uraian. Tentu saja saya tertarik ingin berguru juga di sana. Oleh guru tersebut, bapak Supangat, saya diberi amalan ayat: “DZII QUWWATIN INDA DZIL ARSYIL MAKIIN…”

Kemudian disuruh puasa seminggu “mutih,” beras 1 ons dimasak untuk sekali makan mencakup buka puasa. Tidak ada sahur, hanya dengan air putih 1 (satu) gelas, tawar dan hambar, setelah selesai puasa 1 (pertama). Minggu sowan selamatan ayam jantan.

Tahap pertama satu minggu berhasil. Tahap kedua 11 hari berhasil. Tahap ketiga 21 hari berhasil. Tahap keempat 41 hari gagal setelah dapat 30 hari, karena badan merangsang. Ketika mau saya ulangi saya kasihan pada badan saya sendiri yang sudah kelihatan kurus kering (sebelumnya memang kurus). Padahal untuk mencapai tingkat tertinggi harus mencapai tahap ke-5 yaitu puasa 100 hari.

Dan keampuhan ilmu dari Bapak Supangat (alm) yaitu setelah mencapai tahap kelima. Ketika saya praktek di Bengkulu tahun 2003, waktu itu ada pasien umum yang di”isi” kapsul minyak asmak. Setelah minum 7 kapsul lalu pasien ditheraphy listrik (asisten memasukkan energi listtik PLN ke dalam tubuh dan dikeluarkan melalui tangan); ternyata listriknya memantul, artinya tidak bisa masuk, sehingga asisten kesakitan. Saya heran, kok bisa ..???

Ketika atraksi manusia diseret mobil di Jalan S. Parman Kota Bengkulu. Sebelum diseret, asisten saya dikasih kapsul dari bapak Supangat 7 kapsul untuk diminum. Setelah minum dicoba di theraphy listrik. Karena tahu orang yang minum kapsul tersebut tahan disuruh, maka asisten yang teraphy langsung memegang kuat kaki si asisten karena takut memantul listriknya. Apa yang terjadi…..????

Ternyata listrik yang di rumah praktek langsung mati/jegreg. Orang pasti percaya tapi itu nyata. Ilmu ampuh itu ada karena Allah Maha Kaya dan Maha Kuasa. Namun keampuhan ilmu itu hanya sebatas di dunia saja.

Pengalaman yang saya dituangkan dalam tulisan ini hanya untuk menunjukkan bahwa sehebat-hebatnya ilmu yang dikuasai (Kanuragan/kekebalan) tapi tetap tidak bisa melawan kodratNya, yaitu sakit dan ajal.

Saya belajar berbagai ilmu karena tertarik dan penasaran. Apa ilmu seperti itu ada? Setiap ada informasi ada guru yang hebat, saya selalu ingin sowan dan belajar…belajar…dan belajar…..

Karena sifat penasaran itulah saya habis banyak biaya, tapi saya tidak peduli, karena selalu merasa saya masih bodoh dan perlu banyak belajar sampai sekarang, sampai hari ini.

Dalam perjalanan saya mencari berbagai ilmu membawa saya bertemu dengan orang-orang yang punya ilmu aneh-aneh.
Ada yang luka diusap air tidak ada bekas. Ada yang amplop kosong tiap hari dibuka ada uang di dalamnya. Ada yang mulutnya menyedot punggung keluar paku panjang.

Bagi saya itulah salah satu cara menghayati kekuasaan Allah. Semua akan diceritakan besok. Insya Allah….

Bersambung………….

 

Facebook Comments

Most Popular

To Top
error: Content is protected !!