Ekonomi

Baca! Resep dan Mekanisme Allah Menciptakan Kemakmuran


16 May 2017, 14:26
Dilihat   928

Nusantarakini.com, Jakarta –

Kisah di bawah ini selaras dengan resep Allah untuk memakmurkan suatu negeri. Cukup dituntut penduduk negeri itu beriman, maka lingkungan miskin akan berubah menjadi makmur.

Allah berfirman, “Dan kalaulah penduduk suatu negeri beriman dan bertakwa, sungguh Kami bukakan atas mereka berbagai keberkahan dari langit dan bumi…”

Bagaimana penjelasan ilmiahnya, silakan baca narasi selanjutnya.

Ini adalah pendekatan perubahan dengan metode penciptaan agen. Agen akan mengubah lingkungan miskin secara alamiah dan mekanistik menjadi lingkungan makmur. Ini disebut Pendekatan Alamiah Alternatif terhadap Pendekatan Grand Desain.

Narasinya sebagai berikut:

Gerombolan Srigala Yang Mengubah Bentuk Sungai

Pada 1995, 14 ekor srigala dilepasliarkan kembali di Taman Nasional Yellowstone, AS. Hanya dalam beberapa tahun kemudian gerombolan srigala ini mengubah bentuk sungai di kawasan itu.

Bagaimana bisa? Apakah mereka adalah srigala jadi-jadian?

Srigala memakan rusa-rusa yang mendominasi kawasan itu bertahun-tahun. Rusa merajalela karena populasi srigala hilang akibat diburu oleh manusia. Dalam beberapa bulan setelah kedatangan 14 ekor srigala baru, rusa mulai menghindari kawasan yang menjadi wilayah berburu para srigala.

Pada lokasi yang sudah dihindari oleh para rusa, populasi tumbuhan langka pulih kembali. Pohon aspen dan willow bisa berkembang lagi setelah selama ini habis dimakan rusa selagi bertunas.

Kehadiran tanaman unik itu mengundang serangga lagi. Serangga yang melimpah mengundang kembalinya burung pemangsa serangga ke kawasan itu.

Selain serangga dan burung pemangsa mereka, pohon-pohon baru mengundang datang kembali berang-berang sungai yang sempat hilang dari taman nasional itu.

Bendungan “alami” buatan berang-berang mengundang kembali populasi reptil dan otter, dan muskrats di sepanjang aliran sungai.

Gerombolan srigala juga membunuh dan mendesak pergi coyote dari wilayah Taman Nasional. Berkurangnya coyote membuka jalan bagi kelinci dan tikus hutan untuk berkembang biak lagi. Srigala kurang berminat memakan kedua jenis binatang itu karena kurang mengenyangkan mereka.

Tikus dan kelinci yang melimpah mengundang kedatangan burung-burung pemangsa daging seperti elang, termasuk elang bondol yang sudah langka.

Ketika piramida makanan ekosistem Taman Nasional seimbang kembali, tepian sungai memungkinkan pohon-pohon tumbuh pesat mencengkeram tepi sungai. Erosi tepi sungai semakin berkurang dibanding sebelum gerombolan srigala dilepasliarkan.

Batang sungai yang semula sering berpindah karena erosi dan dangkal, beberapa tahun kemudian menyempit, mendalam, dan menguat. Selain banjir berkurang jauh, ikan kembali hidup dan berkembang di kawasan itu. Burung-burung spesialis pemangsa ikan datang kembali ke kawasan itu.

Para srigala secara tidak terduga dan tidak terencana telah mengubah fisik lingkungan mereka melalui perimbangan rantai mangsa-memangsa.

Sebaliknya, ketika rantai makanan putus, bukan saja perimbangan mahkluk hidup yang terganggu, melainkan lingkungan secara fisik.

Narasi di atas menarik karena menggambarkn kausalitas majemuk. Seperti gaya efek karambol. Ciri khas Allah dalam mencipta keadaan/orde.

Ini bertentangan denganbteori ekonomi yang umum dimana faktor spritual dipandang tidak berhubungan dengan kemakmuran. Sehingga agama ya agama…ekonomi ya ekonomi.

Pendekatan pemerintah menciptkan kemakmuran senantiasa menggenjot GNP, pertumbuhan, sarana pra sarana, teknologi. Agama dipisahkan sebagai urusan yang tak berkaitan. Kalau pun berkaitan, dianggap sebagai suplementer saja.

Poinnya adalah bahwa lingkungan ditentukan oleh komposisi agennya. Jika komposisi agennya seimbang, maka lingkungan akan menjadi seimbang.

Jika komponen yang beriman lebih banyak, maka lingkungan ekonomi akan lebih sehat dan positif menuju kemakmuran. Beriman dan bertakwa, akan mengubah perilaku produksi dan konsumsi. Maka akan mengubah kondisi ekonomi.

Konsentrasi ekonomi di tangan segelintir orang akibat kerakusan yang disebabkan tiadanya iman dan takwa, akan memudar dan berubah menjadi dekonsentrasi ekonomi. Kekayaan menyebar di antara penduduk. Itulah yang terjadi ketika Islam diterapkan sebagaimana mestinya, seperti masa Khalifah Umar I dan Umar II.

Pada Umar II (Umar bin Abdul Aziz, sampai petugas zakat kesusahan menemukan mustahik zakat.

 

~ Syahrul Efendi Dasopang, Pemred EkonomiKa

Facebook Comments

Most Popular

To Top
error: Content is protected !!
Download Premium Magento Themes Free | download premium wordpress themes free | giay nam dep | giay luoi nam | giay nam cong so | giay cao got nu | giay the thao nu