Politik

Rezim Terapkan Pendekatan Otoriter, Negara Terancam Hilang Stabilitas?

Nusantarakini.com, Jakarta – Rezim saat ini bernafsu sekali untuk menerapkan pendekatan otoriter. Hal itu terlihat ketika menangani pihak oposisi.

Beberapa tokoh yang berseberangan dari rezim seperti Sri Bintang Pamungkas, Rahmawati dan Kivlan Zein, dipaksa tunduk dengan menjerat mereka dengan tuduhan makar.

Setelah untuk sementara berhasil mengisolasi gerakan oposisi beberapa tokoh tersebut, sekarang rezim menargetkan pemimpin populer, Habib Rizieq Syihab.

Tokoh ini telah lama dincar untuk dihentikan gerakannya namun senantiasa rezim kehilangan alasan yang cukup masuk akal. Akan tetapi, sejak pertengahan Desember tahun lalu, rezim secara maraton dan tekun mencoba menjebak tokoh ini agar masuk dalam perangkap sampai betul-betul dapat dipisahkan dari massa dan dikerangkeng melalui perangkat kekuasaan.

Pertimbangan rezim hanya bagaimana mengantisipasi kemarahan massa ketika tokoh populer Habib Rizieq dipaksa masuk tahanan. Implikasinya masih gamang bagi rezim mengingat popularitas dan kharisma Habib Rizieq terhadap massa makin hari makin meluas lintas segmen.

Pendekatan melepaskan predator seperti yang disinyalir oleh wartawan senior, Nasihin Masha, sudah dilakukan, namun tampaknya gagal total. Pendekatan melepas predator itu segera diatasi sendiri oleh rakyat dengan menghancurkan basis moral predator itu sendiri. Malahan predatornya makin terkucil dan kehilangan dukungan dari rakyat, kecuali dari klik-klik rezim tersebut.

Melihat performa rezim seperti ini, tampak betul rezim yang berkuasa merupakan produk amatiran dan mengira menangani kekuasaan semudah mengeluarkan uang dari ATM.

Tentu rezim semacam ini tak boleh lama berkuasa di atas rakyat yang makin hari makin menderita akibat kebijakan rezim yang tidak populer ini. (sed)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top