Analisa

Kemenangan Jair Bolsonaro: Apakah Pertanda Akan Menangnya Prabowo?

Nusantarakini.com, Bandung –

Jair Bolsonaro terpilih sebagai presiden baru bagi Brazil. Dia merupakan figur politisi dari golongan nasionalis populis. Lawannya Haddad, politisi dari golongan kiri moderat.

Kecenderungan dunia saat ini tampak berayun kepada golongan populis nasionalis. Sejak Trump terpilih, dunia seolah terbelah kepada dua golongan besar: kiri moderat vs nasionalis populis. Ciri golongan terakhir ialah menyuarakan aspirasi nasionalistik dan bersemangat populistik, dan sedikit mengumbar doktrin-doktrin agama. Dan memang sangat melibatkan agama sebagai aspek pendukung kampannye politik. Namun yang unik ialah, kenapa pada kasus Brazil dengan menangnya Bolsonaro dan kasus Amerika Serikat dengan Trump-nya, langsung mendukung Israel dalam hal pemindahan ibukota negara Yahudi itu?

Beralih kepada kans Prabowo untuk pilpres 2019. Melihat karakteristik pendukungnya, antara Trump dan kini Bolsonaro, ternyata ada kesamaan. Sama-sama mengesankan diri sebagai golongan nasionalistik populistik. Sama-sama punya jargon untuk membuat negara itu kembali ke masa lalunya yang dianggap stabil, kuat dan mencorong. Tentu masing–masing negara punya imajinasi kolektif stabil dan kuatnya masing-masing. Pada kasus Brazil, yaitu saat dimana negara itu berada dalam era kediktatoran militer. Mirip saat dimana Indonesia berada di masa Orde Baru.

Bilamana Prabowo menggaungkan Make Indonesia Great Again, tentunya dia membayangkan Indonesia under The Soeharto’s era.

Kemenangan Bolsonaro rasanya akan meningkatkan semangat Prabowo untuk meraih kemenangan pada Pilpres mendatang. Sebab, pendeknya ada kecenderungan dunia yang berayun ke nasionalis populis.

 

 

~ Sungai Embun

Terpopuler

To Top