Catatan Seorang Teman: Terkadang Kita Perlu Membantu ABW dengan Diam

Nusantarakini.com, Jakarta –Pak Dodot (bukan nama sebenarnya) mendengar dari anaknya bahwa Pak Anies sedang berada di rumah Ki Anom Suroto seorang dalang kondang di Solo. Anak Pak Dodot kebetulan teman dari Ki Anom Suroto. Pak Dodot yang kebetulan juga adalah Ketua Relawan Alfa Omega Solo (sekedar contoh) lalu datang ke rumah Ki Anom, sempat ngobrol sedikit dan berfoto dengan ABW. Lalu virallah foto itu tersebar di kalangan grup-grup WA relawan. Dengan bumbu tak sedap. Katanya, Pak Dodot pelit informasi, tidak mau memberi tahu relawan lain bahwa ABW ke Solo. Katanya, Alfa Omega mau menguasai akses ke ABW. Bahkan ada gosip-gosip fitnah juga kepada Pak Dodot. Katanya, Pak Dodot yang ada dibalik pemasangan spanduk penolakan ABW di Solo. Makin rusuh gosipnya.

Padahal, ABW ke Solo memang diam-diam. Tidak memberi tahu siapapun. Bahkan teman ABW yang biasa jadi jujugan jika ke Solo, juga tidak tahu kedatangan beliau. Barangkali beliau ada keperluan pribadi sehingga memilih datang secara informal dan tidak memberitahu banyak orang. Boleh dong. Kita saja juga terkadang ingin pergi ke suatu tempat tanpa rame-rame.

Nah lo, apa nggak resah kita terlanjur termakan fitnah atau bahkan terlanjur ikut membenci. Padahal kejadiannya tak seperti yang kita kira.

Yuk ah. Kita, sebagai relawan, sebagai teman ABW, sudah seharusnya memahami. Kita bergerak sesuai kebutuhan ABW agar bisa maksimal membantu. Kalau ABW sedang ingin ketemu dengan semua relawan, kita datang. Kalau sebuah event ABW membutuhkan keramaian, kita ajak teman-teman kita untuk memeriahkan. Tapi, kalau ABW sedang ingin sendiri, sedang punya keperluan pribadi, ya cara kita membantu adalah dengan menjaga jarak. Membiarkan beliau sendiri menyelesaikan urusannya.

Yuk kita jaga kekompakan dan persatuan di antara sesama simpul relawan. Kita perlu positif thinking jika melihat kasus. Pikirkan uzur, alasan positif 7 kali dulu, sebelum ambil kesimpulan. Kedua tabayun dulu, konfirmasi, apa benar berita yang kita terima. Tabayun langsung ke orangnya. Ketiga, tidak menyebarkan berita negatif tentang teman sesama relawan apalagi jika kita tak tahu fakta sebenarnya. Keempat, selalu kembali kepada tujuan awal kita: menang Pemilu 2024. Segala apapun yang berjalan sesuai tujuan perlu kita dukung. Jangan mempermasalahkan soal remeh temeh teknis kegiatan. [mc]

Catatan pagi dari temanmu.

*Tatak Ujiyati, Alumni Kampus Bulaksumur Yogyakarta.