Ambang Batas Koalisi Perubahan Terpenuhi, Jarnas ABW Sumut: Sosialisasi Anies Akan Semakin Digalakkan

NUSANTARAKINI.COM _ DPW Jaringan Nasional (Jarnas) ABW Sumatera Utara dan DPD Jarnas Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara secara rutin berkosolidasi serta menyosialisasikan Anies Baswedan. Hal itu disampaikan oleh Ketua Jarnas ABW Sumatera Utara, Andy Jaya Matondang, Selasa (31/1/2023).

Berdasarkan hasil rapat DPW Jarnas ABW Sumatera Utara pada Sabtu (28/1/2023), Andy mengungkapkan, akan melaksanakan konsilidasi tahap 2 turba (turun ke bawah) di 10 Kabupaten/Kota pada bulan Ramadhan. Konsolidasi ini juga sekaligus safari Ramadhan dari DPD-DPD Jarnas ABW se-Sumatera Utara.

“Diadakannya bulan Ramadhan, biar sekalian buka bersama (bukber) dan juga jumpa masyarakat untuk mengenalkan sosok mas Anies melalui Jarnas ABW. Sekaligus memastikan kehadiran kawan-kawan DPD untuk hadir raker (rapat kerja), yang direncakan akan dilaksanakan pasca Idul Fitri,” tambah Andy.

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada Senin (30/1/2023) baru saja mendeklarasaikan dukungan terhadap Anies sebagai calon Presiden 2024. Dukungan PKS itu membuat ambang batas terpenuhi, setelah sebelumnya Partai Nasional Demokrat (NasDem) dan Partai Demokrat juga mendeklarasikan dukungannya.

Dengan adanya dukungan PKS, Andy menyampaikan, maka sosialisasi DPW Jarnas Sumut dan DPD Jarnas Kabupaten/Kota akan lebih digalakkan.

“Kami juga akan memotivasi kawan- DPD Jarnas Kabupaten/Kota untuk lebih giat lagi menyosialisasikan mas Anies. Untuk itu dalam waktu dekat ini, DPW Jarnas Sumut akan kordinasi dan konsolidasi via zoom meeting kepada kawan-kawan DPD Jarnas se-Sumut,” lanjutnya.

Andy mengungkapkan, alasan masyarakat menginginkan perubahan dengan mendukung Anies Baswedan.

“Kalau dari kaca mata orang awam karena ketidakpedulian rezim terhadap persoalan ekonomi yang dirasa semakin sulit, seperti harga-harga kebutuhan pokok semakin tak terjangkau, pendapatan tidak kunjung bertambah, dan pengangguran dimana-mana. Selain itu, narkoba semakin marak, tingkat kejahatan meningkat, akhlak dan perangai para pejabat yang tidak menunjukkan sikap tauladan , serta jurang antara yg kaya sama yg miskin semakin lebar,” ungkap Andy.

Sementara, kalau dari kaca mata para pengamat, pakar ekonomi, maupun dari ulama-ulama ummat Islam, lebih banyak lagi, termasuk persoalan nasib bangsa ini dari jeratan utang negara dan persoalan investasi China yang tidak beretika terhadap pekerja indonesia, seperti kejadian di Morawali Utara, tambahnya.