Politik

Hanya Di Indonesia Ka’bah Jadi Simbol Tragedi Perpecahan Umat


24 July 2017, 14:34
Dilihat   3.4K

Nusnatarakini.com, Jakarta –

Harusnya Romy dan Djan Faridz menangis meraung-raung minta ampun kepada Allah karena telah merusak citra Ka’bah sebagai rumah suci umat Islam dan simbol persatuan universal.

Di tangan kedua politisi yang meragukan ini, ka’bah begitu murah harganya untuk mendukung kekuasaan yang diragukan kebaikannya bagi umat Islam.

Di tangan mereka juga, citra Ka’bah jadi ajang perpecahan hanya untuk mengejar dan mengelus berhala kekuasaan.

Sangat disayangkan betapa mereka tidak sensitif terhadap kehormatan Ka’bah.

Padahal sejarah Ka’bah adalah sejarah kesucian perjuangan Nabi Ibrahim. Itulah rumah Allah yang padanya mengumpul kerinduan untuk pertemuan dengan Allah.

Di tangan Romy dan Djan Faridz, lambang Ka’bah adalah hasrat puncak mengelus remah-remah kekuasaan yang tak berharga di mata Tuhan.

Sayangnya banyak ulama tidak ada yang menghardik kelakuan politisi yang membuat citra Ka’bah demikian hancur dan rendahnya.

Disarankan kepada Romy dan Djan Faridz, sebaiknya daripada makin tidak karuan merusak citra kiblat umat Islam seluruh dunia itu, gantilah lambang partai mereka dengan lambang kepala laba-laba. Itu lebih tepat bagi mereka yang suka menyembah kekuasaan.

Serapuh-rapuh rumah adalah rumah laba-laba alias al- Ankabut.

 

~ John Mortir

Facebook Comments

Most Popular

To Top
error: Content is protected !!