Tausiah

Merencanakan Husnul Khotimah, Meraih Bahagia Saat Tutup Usia

Nusantarakini.com, Jakarta – 

Husnul khotimah, bahagia di usia senja, siapa yang tidak mau? Semua orang, saya kira ingin mendapatknya, termasuk Anda bukan?

Bahagia itu letaknya di hati bukan di harta. Hati yang lembut, hati yang selalu mengingat Allah adalah sumber kebahagian hidup.

Ada pepatah Bahasa Arab yang mengatakan: “Bunga yang indah tidak akan tumbuh di batu yang keras”.
Bunga yang indah hanya akan tumbuh dan berkembang di tanah yang baik. Begitu pula kebahagian, tidak akan tumbuh di hati yang lalai, kasar, keras membatu.
Usia senja jangan jadi penghalang untuk semgat beribadah.

Ada kisah yang menarik buat saya, kisah ini disebutkan dalam Sunan Ibnu Majah 3810, hadisnya dihasankan oleh Syech Albani.

Seorang shohabiyah bernama Umu Hani, nama aslinya Fakhitah binti Abi Tholib binti Abdil Mutholib.

Ia datang kepada Rasulullah dan seraya berkata:
“Ya Rasulullah, tunjukan kepadaku satu amalan, sesungguhnya diriku telah menginjak usia senja, tua, dan badanku sudah mulai lemah.”

Maka berkata Rosulullah:
“Bertakbirlah 100 kali, bertahmidlah 100 kali, bertasbihlah 100 kali. Sesungguhnya pahala dari kalimat tersebut lebih baik dibandingkan dengan mempersiapkan 100 kuda pilihan untuk jihad fi sabilillah, lebih baik dibandingkan dengan menyembelih 100 ekor unta lalu dibagikan dagingnya kepada fakir miskin, lebih baik dibandingkan membebaskan 100 budak.”

Subhanallah. Membaca hadits di atas membuat pembaca yang sudah lanjut usia mestinya terus semangat dalam beribadah kepada Allah.

Jika usia anda sudah menginjak 50 tahun berhati-hatilah karena anda dalam tawanan Allah, demikian menurut salah satu ucapan ulama salaf.

Merencanakan Husnul Khotimah

Bagaimana kita merencanakan husnul khotimah?
Ini langkah-langkahnya:

1. Membiasakan melakukan ketaatan.

Agar wafat dalam ketaatan kepada Allah, meninggal saat sujud dalam sholat, meninggal saat umroh atau haji, menuntut ilmu, zikir dan ketaatan-ketaatan lainya.

2. Membayangkan beratnya kematian atau beratnya sakaratul maut.

Sakaratul maut dirasakan seperti kambing yang dikuliti hidup-hidup. (hadits shahih Muslim)

Ibnu Abas menyebutkan Rosulullah bersabda:
“Sesungguhnya malaikat maut datang kepada kalian 70 kali setiap hari, tapi kalian tenggelam dalam gelak tawa.”

Jika sehari 70 kali malaikat maut menjeguk kita itu artinya setiap 21 menit sekali malaikat maut mendatangi kita.
Sudahkah anda meyadarinya?

3. Membayangkan mati sebelum mati.

Cara ini banyak dilakukan para ulama salaf.

4. Memohon kepada Allah dengan doa-doa agar meninggal dunia dalam keadaan istiqomah sampai akhir hayat.

5. Bergaul dengan orang orang sholeh, karena seseorang itu dengan siapa dia berkawan.

6. Meminta taufiq kepada Allah.

7. Menjauhi kebiasaan buruk.

8. Melazimi zikir pagi dan petang, jangan tinggalkan juga sayyidul istighfar.

9. Membiasakan berwudhu sebelum tidur.

Agar saat nyawa kita di ambil kita dalam keadaan suci setelah berwudhu.

10. Buang jauh-jauh sifat mudah marah.

Pesan Nabi:
“La taghdob walakal jangan.”
“Jangan marah dan untukmu adalah syurga!”

Mudah-marah juga menunjukkan rendahnya kualitas kita.
Penelitian terkini, mudah marah membuat pembuluh darah mudah pecah dan membawa pada kematian.

Semoga kita semua diwafatkan Allah dalam keadaan husnul khotimah. [mc]

*Dede Nurjannata, penulis buku 10 Amalan Penembus Benteng Langit.

Terpopuler

To Top