Nasional

Kacian! Karena Sudah Kenyang dan Loyo, Akibatnya Mereka Hanya Mampu Gerakan Sebar Bunga?

Nusantarakini.com, Jakarta –

Gerakan sebar bunga yang dilakukan oleh pendukung rezim, merefleksikan ketidaksanggupan mereka untuk berpeluh-peluh turun unjuk rasa seperti yang dilakukan oleh para penyokong gerakan FPI.

Makluk, ibarat kata, perut mereka sudah gendut-gendut kekenyangan makan uang berkat kekuasaan yang mereka sikat.

Untuk turun ke jalan yang terik dengan matahari, hati mereka sudah malas. Mereka sudah lupa bahwa mereka awalnya berangkat dari kelas gembel. Mereka sudah betah hidup dengan aroma bunga.

Karena itu, kesanggupan mereka cuma bayar tukang bunga bikin karangan bunga untuk menyebarkan suara-suara parau mereka.

Mereka cuma tahu bayar orang untuk bergerak. Mereka bayar para pembuat bunga. Kemudian mereka bayar juga urusan mengirim dan meletakkan bunga-bunga dliror itu ke tempat-tempat sesama mereka juga.

Jika soal mesjid ada jenis mesjid taqwa yang diridlai Allah dan ada mesjid dliror yang dilaknat Allah, maka demikian juga dengan nasib bunga-bunga para pendukung rezim gombal ini. Bunga-bunga mereka itu adalah bunga dliror alias bunga bau yang bikin perpecahan.

Tapi karena nafsu mereka kelewat besar untuk urusan mempertahankan kekuasaan, sementara militansi sudah nggak ada, yah mau bisa buat apalagi, kalau tidak cuma sanggup genit-genitan busuk dengan menyebarkan bunga.

Betapa busuknya kerjaan nyebarin bunga itu, sampai isi pesannya aneh-aneh. Kerjaan mereka sudah kaya orang masturbasi.

Dibuat sendiri. Dikirim ke teman-temannya sendiri sesama penyokong kekuasaan gombal. Diselfiein sendiri. Dihebohin sendiri. Dipuja puji sendiri. Sementara rakyat muak melihat kelakuan mabuk kuasa mereka.

Boleh dikata inilah satu-satunya gerakan tengik dalam sejarah umat manusia yang bermaksud mempengaruhi opini massa. Karena pengecut, gembung dan tidak lagi sanggup turun ke jalan, maka cuma bisa kirim karangan bunga. Ini jelas bukan kerjaan rakyat kecil. Tapi kerjaan mereka yang mandi uang akibat bersenggama dengan kekuasaan.

Naudzubillahi minzalik. Semoga kita semua dijauhkan dari golongan amit-amit seperti mereka.

~ John Mortir

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top