Warkop-98

AWAS! Strategi Ketahanan Indonesia Harus Kuat! Atau Mau Digerus Amerika dan China?


16 August 2016, 14:30
Dilihat   2.6K

Nusantarakini, Jakarta-

KEINDONESIAAN DI JAMAN CYBER-TECHNOLOGY DAN GLOBALISASI EKONOMI

 Berdiri Tegak  Di Antara Para Raksasa, Strategi Ketahanan Indonesia Di Antara Amerika Serikat dan China

Dunia tanpa perbatasan, adalah kenyataan yang tidak terbantahkan pada saat ini. Kemajuan teknologi khususnya teknologi informasi membuat komunikasi antara manusia, pertukaran informasi, perdagangan eceran, alih teknologi, antar-mengantar barang, hingga tukar menukar layanan jasa menjadi begitu cepat. Apa yang terjadi di “halaman rumah” Indonesia sekarang ini hanya dalam hitungan detik sudah menjadi perhatian dunia.

Teknologi dunia maya atau Cyber-Technology telah berkembang sedemikian rupa sehingga seluruh peralatan kerja kantoran  plus sekretaris pribadi hanya tinggal di genggaman tangan. Saat ini kapasitas telepon pintar dalam genggaman seorang anak SD di kota besar Jakarta, mungkin sudah setara dengan koleksi perpustakaan satu sekolahan tempat anak SD itu belajar. Ilustrasi ini dalam waktu tidak lama lagi mungkin akan menjadi lelucon jika perangkat telepon-komputer-pintar sudah tersambung mulus dengan jaringan penyimpanan data global (Cloud); yang berarti dalam satu genggaman tangan sudah bisa menyimpan  dan mengambil data dan informasi yang bisa jadi tidak terbatas.

Fenomena layanan angkutan motor (ojek) berbasis aplikasi online di Indonesia belakangan ini adalah contoh nyata tentang perubahan besar yang terjadi dalam masyarakat Indonesia berkait dengan perkembangan teknologi dunia maya dan globalisasi ekonomi. Awalnya ide pembuatan aplikasi ojek online mungkin hanya sederhana, memudahkan pengguna ojek untuk mendapatkan layanannya tanpa harus capai mencari hingga capai menawar. Tetapi dampak sosialnya benar-benar luar biasa. Dari sekadar melayani orang untuk mengantar ke tempat tujuan dalam waktu singkat, atau menyiasati kemacetan akibat perkembangan kota yang begitu sesak, layanan ini telah menjadi kurir bagi pemesanan makanan dan berbagai produk siap antar lainnya, dengan kelebihan lebih murah dan lebih cepat. Tidak hanya barang, layanan jasa juga siap diantar oleh aplikasi ini.  Mulai dari layanan salon rambut, pijat terapi, cuci-mencuci, pengajar privat, dan banyak lainnya.

Dampak sosial ikutan yang menyertai munculnya aplikasi bantu ini tentu saja menyeruak dengan  segera. Layanan ojek konvensional yang sepi pelanggan, supir taksi yang semakin berkurang pendapatannya, layanan kurir yang perlahan-lahan merosot grafiknya, angkutan mobil perkotaan yang semakin sekarat dan mungkin daftar ini akan semakin bertambah jika semakin banyak layanan memindahkan orang dan barang dalam berbagai bentuknya mulai bisa menggunakan aplikasi ini.

Apakah perubahan sosial yang terjadi berikut dampak sosiologisnya hanya terjadi begitu saja, jawabannya tentu saja tidak. Perkembangan komputer dan jaringan komputer yang menjadi dasar munculnya teknologi dunia maya telah berkembang sejak masa perang dunia kedua. Umur teknologi ini dengan umur Republik Indonesia mungkin hampir sama. Jejaknya bisa dilacak sejak Alan Turing menyusun mesin pemecah kode rahasia telekomunikasi Nazi Jerman yang menentukan kemenangan bagi sekutu. Saat itulah cikal bakal komputer muncul yang kemudian berkembang menjadi jaringan komputer  yang semuanya ada di dalam persemaian Badan Riset Angkatan Bersenjata Amerika Serikat (DARPA). Sejak itu muncul ARPANET yang merupakan jejaring komputer pertama yang ada di dunia yang digunakan sebagian besar  digunakan untuk aktivitas intelijen militer Amerika Serikat dalam menghadapi masa Perang Dingin antara Amerika Serikat dengan bekas kawan sekutunya Russia yang pada masa itu dikenal dengan nama Uni Sovyet.

Tanpa menunggu terlalu lama ternyata jejaring antar komputer ARPANET ini berkembang pesat dengan masuknya universitas-universitas dan organisasi-organisasi sosial non militer lainnya. Inilah yang membuat ARPANET membagi dua jejaringnya menjadi MILNET yang dikhususkan untuk militer dan ARPANET untuk jejaring non militer. Gabungan keduanya inilah yang kemudian dikenal dengan nama DARPA Internet yang kemudian lebih mudah dikenal sebagai internet.

Sejak awal semula kehadiran internet di dunia adalah bagian dari strategi intelijen pertahanan negara Amerika Serikat menghadapi berbagai perkembangan global  yang terjadi. Pemacu utama perkembangan teknologi  adalah persaingan antara adidaya penguasa dunia. Dengan berkembangnya internet dalam wujudnya saat ini yang sudah sedemikian rupa kompleksnya, apakah berarti nuansa perang antar adi daya tidak terkesan di dalamnya. Jawabannya tentu saja tidak. Sebagai pemilik teknologi yang menjadi dasar perkembangan jejaring antar komputer dunia, tentu Amerika Serikat dengan kemajuan teknologinya adalah negara yang paling siap dengan skema pertahanan globalnya.

Setelah Perang Dingin dianggap sudah berakhir dengan bangkrutnya Uni Sovyet di tahun 1991 apakah perang antar negara adi daya sebagai pemicu utama perkembangan teknologi cyber sudah tidak ada lagi. Perkembangan sejarah bangsa-bangsa di dunia sejak masa perang antar suku, berkembang menjadi perang antar dinasti, hingga perang antar negara, selalu memunculkan ketegangan di antara kekuatan-kekuatan adidaya yang muncul. Jika di masa perang dingin Uni Sovyet muncul begitu kuat, saat ini muncul China sebaga negara adidaya yang muncul sebagai kekuatan besar yang menjadi kompetitor Amerika Serikat yang dalam masa kurang dari 100 tahun ini muncul menjadi negara paling berkuasa di dunia.

Apa yang membuat China menjadi begitu kuat pada saat ini. Banyak hal yang bisa dicatat sebagai rujukannya. Pertama adalah, dalam sejarahnya China adalah penguasa besar dunia. Sejak jaman Mesir Kuno, konon peradaban di China juga sudah berkembang dan hal itulah yang kemudian menjadikan China saat dikuasai oleh Dinasti Ming yang merupakan keturunan dari Jengis Khan dari Mongolia pernah menjadi negara adi daya pada masa abad pertengahan saat bangsa-bangsa Eropa lebih-lebih Amerika masih berada jaman pertengahan dengan peradaban yang masih jauh di belakangnya. Yang kedua, China adalah negara bangsa dengan etos bekerja yang dalam riwayat berbagai macam suku bangsa di dunia terkenal sebagai pekerja keras dan mempunyai etos merantau yang kuat. Dalam tradisi suku-suku bangsa perantau yang terdiri dari para pekerja keras dengan banyaknya para pemikir dan pengusaha yang dihasilkannya suku bangsa China hanya bisa ditandingi oleh pewaris peradaban Mesir kuno yakni suku bangsa Yahudi. Dan yang ketiga, mungkin yang paling penting adalah kemajuan yang pesat di China tidak lain adalah buah dari revolusi sosial di China yang mengalami transformasi pesat sejak jaman Reformasi era Deng Xiaoping sejak Oktober 1978. Reformasi ekonomi China walau bagaimanapun berjalan di atas masyarakat yang telah mengalami perubahan pesat atau revolusi sosial di bawah kepemimpinan Mao Ze Dong. Berbagai macam rekayasa sosial kemanusiaan yang dipraktikkan di bawah rezim Partai Komunis China telah melempangkan jalan China menjadi negara dengan potensi sumber daya masyarakatnya yang relatif paling siap dalam perubahan menuju masyarakat Industri yang paling siap menyerap modal dari mana-mana.

Di dalam tatanan global yang tanpa perbatasan, modal pun mengalir hampir tanpa batasan. Dan yang paling utama wujud aliran modal yang paling kelihatan sampai ke tangan tiap-tiap warga masyarakat suatu negara adalah uang. Di dalam tatanan global saat Amerika Serikat menjadi penguasa utama dalam dominasi ekonomi, teknologi, budaya, dan berbagai kemajuan sosial lainnya, maka cara paling cepat adalah menyerap secepat-cepatnya modal yang ada dari Amerika Serikat. Tidak heran bahwa negara yang menyimpan Surat Hutang Amerika Serikat (Bond) paling besar di dunia adalah China. Hal inilah yang juga menyebabkan China adalah negara yang menyimpan cadangan devisa terbesar di dunia dalam dolar Amerika Serikat.

Pada kenyataan seperti ini China adalah negara dengan pertumbuhan ekonomi paling pesat di dunia. Sedangkan dalam segi urutan besara ekonomi negara, China tentu saja berada di urutan kedua setelah Amerika Serikat. Hal ini lah yang menyebabkan China pada saat ini adalah negara adi daya yang potensi ekonomi dan potensi sumber daya manusianya akan menjadi kompetitor berat Amerika Serikat.

Di antara para raksasa, Indonesia berada di mana. Melihat besaran-besaran ekonomi dunia seharusnya Indonesia tidak perlu merasa berkecil hati karena menurut perhitungan terakhir Produk Domestik Bruto Indonesia masih merupakan urutan ke 9 dari 10 besar negara dengan ekonomi terbesar di dunia. Bahkan kalau menghitung pertumbuhan ekonomi sebagai acuannya Indonesia adalah nomor 3 di bawah China dan India. Tetapi kemajuan negara, tidak akan terjadi begitu saja tanpa ada pijakan yang besar yang menjadi kerangka bagi kemajuannya. Amerika Serikat perjalanan panjang sistem demokrasi dan kemenangan dalam perang dunia kedua adalah faktor yang  membawa Amerika Serikat menjadi penguasa dunia sekarang. Bagaimana dengan Indonesia? Jalan seperti apa yang bisa menjadi pijakan bagi bangsa Indonesia untuk lebih memakmurkan warga negaranya. Hal itulah yang patut menjadi bahan kajian. Belajar dari dua penguasa besar dunia, karakter kebangsaan merekalah yang sangat menonjol dalam menentukan arah kemajuan mereka. Bagi Indonesia, karakter keIndonesiaan lah yang tentunya akan mampu menjadi modal kuat bagi pembenahan dan pembangunan masyarakat Indonesia di masa depan yang tidak lama lagi. (Ojix/Wignyo/*mc)

Facebook Comments

Most Popular

To Top
error: Content is protected !!