Internasional

Siapa Reza Abdul Jabbar Yang Dijumpai Jokowi di New Zealand?


20 March 2018, 17:30
Dilihat   5.7K

Nusantarakini.com, Jakarta –

DR. Reza Abdul Jabbar dijumpai Presiden Jokowi di New Zealand. Rupanya pria ini seorang peternak sukses. Dia juga tokoh diaspora di negara itu.

Lelaki ini dikenal merupakan perantau ulet yang digodok keadaan sejak muda. Belum lagi berusia 15 tahun, dia telah memilih langkahnya sendiri untuk merantau ke Singapura. Waktu itu Reza baru tamat SMP Negeri 3 Pontianak dan ingin mengasah kemampuan Bahasa Inggrisnya.

“Setelah tamat SMP, Ayah saya menanyakan ingin sekolah apa. Lalu terjadi diskusi yang mengeksplor keinginan saya untuk masuk sekolah pertanian atau peternakan. Nah jadi diputuskan akan sekolah kemana ni, klo memang pengennya sekolah di peternakan. Jadi kami berpikir kalau gak Australia ya New Zealand atau Canada”, jelas Reza.

Setelah setahun di Singapura belajar berbagai macam dan merasa cukup bekal bahasa Inggrisnya, Reza memutuskan untuk kembali pulang ke tanah air, dan masuk SMA Negeri 3 Jakarta.

“Di SMA Jakarta, saya mulai kelas 1 lagi. Tapi gak papa. Saya anggap 1 tahun di Singapura mencari pengalaman merantau. Biasanya orang-orang kan cari pengalaman begitu setamat SMA kan? Kalau untuk saya terjadinya itu setelah SMP. Tapi semua tetap mengacu kepada poin ingin kuliah di New Zealand”, Reza berkisah.

Biasanya anak-anak yang menamatkan SMA di Indonesia, jika meneruskan ke NZ harus masuk dulu sekolah transisi yang disebut Foundation year selama 1 tahun. Karena SMA Indonesia tidak diakui jika ingin ke perguruan tinggi di New Zealand. Atas dasar itulah Reza menutuskan untuk sekalian pindah sekolah saat masih duduk di bangku SMA agar tidak membuang-buang waktu. Belum lagi persoalan tahun ajaran baru di Indonesia yang baru mulai Juli, sedang di New Zealand Januari.

Semua menjadi perhitungan yang matang dalam diskusi antara Reza dengan Ayahnya. Mereka tidak mau ada waktu menunggu yang sia-sia. Karena itu atas nasehat Ayahnya yang terbiasa berhitung dengan cakap itu, Reza memutuskan untuk berangkat ke New Zealand saat masih semester pertama di kelas 2 SMA.

Saat itu Ayahanda Reza, Abdul Jabbar menantang anaknya untuk selalu juara, dan harus bisa langsung duduk ke kelas 3 di Lynfield College Auckland. Dan tantangan itu berhasil. Perjuangan Reza sukses untuk langsung duduk di kelas tiga, dengan bonus ranking pertama pula. Aduhai senangnya hati Haji Abdul Jabbar Ayahandanya Reza. Dan kepercayaan kepada si sulung buah hatinya itu bertambahlah.

Sejak awal merantau di Auckland, Reza benar-benar sebatang kara. Tak ada sanak saudara yang ditumpangi. Hanya beruntung dapat Ibu kos yang baik hati. Sama waktu di usia 14 tahun merantau di Singapura dan melanjutkan ke SMA di Jakarta.

Kedua orang tua tetap berdomisili di Pontianak. Hanya datang sekali-sekali menengok putra sulungnya itu. Kepercayaan besar yang diberikan kedua orang tuanya membuat Reza berlatih untuk bertanggung jawab. Apalagi setelah itu Reza dibelikan rumah di daerah Kepala Gading.

“Masya Allah anak itu…tetangga pada memuji, anak semuda itu sudah bisa hidup mandiri dan tau diuntung. Tidak pernah ada yang melaporkan Reza keluyuran padahal di rumahnya disediakan mobil. Dia lebih suka di rumah belajar bersama kawan-kawannya yang cerdas. Dia memang selalu memilih kawan yang baik dan pintar. Alhamdulillah waktu itu Reza ketularan dan berhasil menjadi juara umum”, kenang Ibunda Reza, Talaah Jabbar.

Meski terlahir dari keluarga pengusaha yang cukup berada, namun Reza sejak kecil dilatih kedua orang tuanya untuk mandiri, bekerja keras dan kukuh dalam memperjuangkan keinginan dan memegang prinsip-prinsip Islam.

Ayahnya yang kontraktor berbagai infrastruktur di Kalimantan Barat itu, membiasakan anaknya sejak dini untuk berdialog, dengan memancing komentar Reza terhadap sesuatu masalah.

Reza kecil juga kerap dilibatkan Ayahandanya dalam berbagai obrolan orang-orang dewasa dengan tetamunya untuk membahas berbagai macam topik, terutama bisnis. Karena itu sejak kecil pula Reza tidak pernah berkeinginan menjadi pegawai, apalagi pegawai negeri. (gfr)

Facebook Comments

Most Popular

To Top
error: Content is protected !!
Download Premium Magento Themes Free | download premium wordpress themes free | giay nam dep | giay luoi nam | giay nam cong so | giay cao got nu | giay the thao nu