Nasional

IRONIS! Hari Raya Qurban Tiba, 20 Perusahaan Importir Sapi Untung Besar. Umat Islam Gigit Jari


22 August 2017, 16:58
Dilihat   1.2K

Nusantarakini.com, Jakarta –

Indonesia kok jadi negeri ironi. Seorang netizen mantan wartawan mengungkapkan betapa ironisnya negeri ini tanpa sedikitpun ada usaha berarti untuk mengubahnya.

Indonesia itu milik segelintir orang. 10 juta hektar hutan perkebunan sawit dikuasai tak lebih dari 25 keluarga. (Karena perusahaan keluarga). Menyebut beberapa yang terbesar: Grup Sinar Mas, Grup Salim, Grup Wilmar, Grup Surya Dumai. Nilai kekayaan mereka tercatat 69,1 miliar dolar.

Bulan ini, ketika ummat Islam memerlukan sapi untuk Qurban, kebutuhan sapinya dipasok oleh tak lebih dari 20 perusahaan pemegang kuota impor sapi. Meski 20, mereka ini satu kelompok. Harganya teserah kesepakatan mereka.

Anda belanja kemana? Carefour? Oh, saya lebih sering ke Alfamart-Indomart untuk membantu minimarket, tapi agar anda tahu si raksasa Carefour dan si imut Alfamart itu pemiliknya sama. Carefour memilki 75 persen saham Alfa.

Gedung-gedung perkantoran, perumahan mewah, apartement, jalan-jalan, yang banyak dan mewah itu dibangun oleh segenggam perusaan properti. Untuk menyebut beberapa: PT Agung Podomoro, PT Agung Sedayu, PT Alam Sutera, Ciputra. Mereka ini satu keluarga juga.

Suara publik dari 260 juta rakyat Indonesia ini diatur oleh 6-7 perusahaan media pemlintir berita yang kualitas jurnalistiknya tak lebih bagus dari medsos.

Uang yang berseliweran di negara ini hanya dikuasai 35persen Bank Pemerintah, selebihnya oleh bank Asing.

Para juragan raksasa itu juga donatur partai. Artinya kekuasaan pun milik mereka. Paling tidak mereka bisa atur.

Bagaimana mungkin cerita faktual semacam ini dapat ditolerir? Tidakkah hati Anda teriris saat mana masih banyak penduduk yang kesulitan untuk makan tiga kali sehari secara teratur? (hgt)

Facebook Comments

Most Popular

To Top
error: Content is protected !!
Download Premium Magento Themes Free | download premium wordpress themes free | giay nam dep | giay luoi nam | giay nam cong so | giay cao got nu | giay the thao nu