Politik

Indonesia dalam Cengkeraman Oligarki. Siap-siap Rebut Kembali


18 July 2017, 9:31
Dilihat   3.4K

Nusantarakini.com, Jakarta –

Perekonomian Indonesia disusun berdasarkan oligarki. Demikian pameo untuk menyindir mandulnya teks UUD 1945 sebagai landasan mengatur susunan ekonomi nasional Indonesia.

Eksisting perekonomian Indonesia diatur oleh oligarki. Hal ini berlangsung secara sistematis sejak Orde Baru berkuasa.

Setelah Orde Baru runtuh, oligarki tidak serentak bubar. Yang terjadi adalah rekonsolidasi dan pergeseran antar oligarki.

Oligarki ini sangat buas memangsa tanah, air dan ruang bumi Indonesia. Mereka bagaikan predator ganas.

Mereka menempati puncak piramida ekonomi. Rakyat banyak di bawah menjadi objek eksploitasi sekaligus tapak bagi kekuasaan mereka berdiri dan eksis.

Rakyat banyak disihir untuk menerima kenyataan pahit yang diciptakan oligarki ini.

Kepada rakyat digelar demokrasi bohongan untuk menyibukkan rakyat. Sebenarnya para oligarkh itulah yang mengatur hasil-hasil demokrasi palsu Indonesia ini.

Saat ini, masa jaya-jayanya oligrki di Indonesia. Mereka dengan cepat dan meluas mengokupasi ruang-ruang ekonomi yang ada di sekujur teritorial Indonesia. Dari Karawaci, BSD, Kapuk, Cikarang hingga Subang Kertajati diintegrasikan dengan Bandung, meraka atur sedemikian rupa sebagai pabrik sosial ekonomi raksasa ciptaan mereka. Penghuninya mereka sirkulasikan dengan mekanisme harga-harga komoditi. Mereka juga mengimpor orang-orang asing untuk menempati dan mengisi pabrik sosial ekonomi raksasa ini.

Rakyat tempatan tidak mengerti apa yang sedang mereka rencanakan.

Jangankan untuk mengerti rencana busuk para oligarki, untuk mengerti perubahan sosial ekonomi yang melanda hidup mereka saja akibat ganasnya predator ekonomi sosial berbentuk oligarki ini pun, rakyat tidak mengerti dan bingung. Mereka hanya heran, mengapa hidup mereka makin sesak dan mengenaskan?

Tapi sebenarnya oligarki ini sangatlah rapuh apabila rakyat bersatu padu melawan mereka. Kekuatan mereka hanya bertumpu pada manipulasi dan memanfaatkan rakyat yang lugu yang mereka pelihara.

Begitu rakyat berontak melawan oligarki ini, mereka pasti lari terbirit-birit ke luar negeri seperti yang mereka lakukan sebelum-sebelumnya.

Ironisnya, dapat dikatakan negara saat ini berada dalam cengkeraman mereka melalui gelar demokrasi palsu yang menghasilkan pemimpin-pemimpin dalam pengaruh uang mereka para oligarki ini.

Cepat atau lambat, karena makin suramnya keadaan ekonomi rakyat sebagai konsekwensi ganasnya oligarki ini, mereka akan digulung oleh rakyat. Karena itu jangan sampai para oligarki ini menciptakan kerajaannya sendiri dengan rakyat imporannya sendiri. Di situlah rakyat akan membilas kejahatan mereka dan menyita semua ciptaan aset yang diduga banyak hasil manipulasi mereka.

Mari pekikkan, “Selamat datang perlawanan massal terhadap predator ekonomi!”

 

~ John Mortir

Facebook Comments

Most Popular

To Top
error: Content is protected !!