Gaya Hidup

Semua Yang Berkaki Empat Dapat Dimakan, Kecuali Meja, Itu Pun Karena Keras


2 July 2017, 20:34
Dilihat   2.4K

Nusantarakini.com, Jakarta –

Trans Mart yang diduga milik Chairul Tanjung di Manado menjual potongan-potongan daging ular lengkap dengan kulit dan sisiknya.

Tentu saja bagi sebagian besar masyarakat hal itu menjijikkan sekaligus memancing perdebatan.

Yayasan Sioux Indonesia yang bergerak dalam konservasi ular tidak tahan untuk tidak berkomentar. Secara sarkastis mereka bilang, sudah selapar itulah rakyat Indonesia sehingga ular pun dimakan?

Di Manado dan tempat-tempat lain di Indonesia, harus diketahui bahwa makan ular bukan barang baru bagi masyarakat setempat.

Di Jakarta, tepatnya kitaran UKI, jika pembaca mengintip-intip beberapa rumah makan khas, anjing dan babi disajikan sebagai menu. Kadangkala anjing itu tergantung bagaikan kambing guling.

Jadi tidak perlu heran bahwa sebagian masyarakat, khususnya yang bukan beragama Islam, makan ular dan biawak biasa saja bagi mereka.

Ada adagium yang menggambarkan sifat konsumsi masyarakat ini: setiap yang berkaki empat dapat dimakan, kecuali meja dan kursi, itupun karena keras.

Jadi, sudah tahu Anda bahwa kursi sebetulnya akan dimakan juga, tetapi gagal karena keras?

Tapi sebenarnya ada yang lebih parah yaitu politisi. Bukan saja binatang haram yang dimakan, nasib rakyat dan negara pun dia makan tanpa pernah bertobat. (sed)

Facebook Comments

Most Popular

To Top
error: Content is protected !!
Download Premium Magento Themes Free | download premium wordpress themes free | giay nam dep | giay luoi nam | giay nam cong so | giay cao got nu | giay the thao nu