Politik

Partai NasDem Tak Ngotot Kadernya jadi Cawagub Anies, Ini Alasannya

Anies Baswedan berbincang dengan Surya Paloh dalam acara Halal bihalal. (Foto: FB Anies Baswedan)

Saat ini sudah tiga partai yang resmi mengusung Anies yaitu Partai Nasdem, PKB, dan PKS. Partai ini pun masih membuka peluang tambahan dari partai politik lain. Salah satunya dengan tak mengunci posisi cawagub sehingga partai politik lain berminat untuk berdialog membentuk koalisi.

Nusantarakini.com, Jakarta –

Partai NasDem mengklaim tak menginginkan jatah calon wakil gubernur (cawagub) pada Pilgub Jakarta 2024. Mereka mengklaim partainya sudah terwakilkan pada sosok Anies Baswedan yang maju sebagai calon gubernur (cagub) pada kontestasi politik tersebut.

“Cukup Anies saja, itu sudah cukup representatif ‘lah. Kan darahnya sudah biru juga [warna partai Nasdem],” kata Sekretaris Bappilu Partai NasDem, Willy Aditya di NasDem Tower, dikutip Bloomberg Technoz, Jakarta, Senin (22/7/2024).

Willy juga memastikan rencana partai besutan Surya Paloh tersebut untuk mengusung sejumlah nama kadernya telah dibatalkan. Hal ini merujuk pada nama Bendahara DPP Partai Nasdem Ahmad Sahroni, dan Sekretaris DPW DKI Jakarta Partai Nasdem Wibi Andrino.

“NasDem tidak mengusulkan sama sekali. Tidak Sahroni. Tidak Wibi. Dan, tidak yang lain-lain sebagainya,” tegasnya.

Menurut Willy, saat ini Partai NasDem telah sepakat agar Sahroni tetap menjadi anggota legislatif dan akan dilantik menjadi anggota DPR 2024-2029. Sedangkan Wibi, kata dia, akan mendapatkan promosi menjadi salah satu pimpinan DPRD DKI Jakarta.

“Jadi pimpinan DPRD kan luar biasa dan karir politiknya [Wibi] masih panjang,” ucapnya.

Sikap politik ini sekaligus membukakan pintu bagi anggota koalisi atau partai politik lain untuk mengusung kadernya sebagai cawagub Anies. Partai NasDem hanya menekankan perlunya komunikasi dan pembahasan tentang calon pendamping Anies di Pilgub Jakarta 2024.

Partai NasDem hanya memberikan dua catatan soal sosok cawagub, yaitu elektabilitas sosok yang diajukan serta soliditas koalisi atas nama yang diusung. Mereka tak mau sosok cawagub justru memecah belah koalisi yang terbentuk untuk mengusung Anies Baswedan.

“Jadi sejauh ini masing-masing partai monggo memberikan usulan,” kata Willy.

Saat ini sudah tiga partai yang resmi mengusung Anies yaitu Partai Nasdem, PKB, dan PKS. Partai ini pun masih membuka peluang tambahan dari partai politik lain. Salah satunya dengan tak mengunci posisi cawagub sehingga partai politik lain berminat untuk berdialog membentuk koalisi.

Hal ini sekaligus menjadi kritik bagi PKS yang sudah terburu-buru mengunci paslon pada Pilkada DKI Jakarta yaitu Anies-Sohibul Iman. [mc/mfd/frg]
*Sumber: Bloomberg Technoz.

Terpopuler

To Top