Nasional

Gunung Semeru Meletus, Jepang Peringati Risiko Tsunami


4 December 2022, 14:45
Awan panas masih terjadi di Gunung Semeru. Foto (BPBD Lumajang)
Dilihat   244

NUSANTARAKINI.COM _ Wawan Hadi Siswoyo, Kepala Bidang Pencegahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang menyampaikan, aktivitas erupsi dan awan panas guguran (APG) Gunung Semeru masih tinggi.

Gunung Semeru di wilayah Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Jawa Timur, kembali erupsi disertai luncuran awan panas guguran pada Minggu (4/11/2022) pukul 02.46 WIB.

“Dengan tinggi kolom erupsi mencapai 1.500 meter di atas puncak,” kata Wawan yang menerima laporan dari Badan Geologi Kementerian Energi, dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Dalam laporan tersebut, Wawan melanjutkan, sumber awan panas guguran berasal dari tumpukan material di ujung lidah lava yang berada sekitar 800 meter dari puncak (Kawah Jonggring Seloko).

Dia menambahkan, awan panas guguran tersebut berlangsung menerus dan hingga pukul 06.00 WIB jarak luncur telah mencapai 7 kilometer dari puncak ke arah Besuk Kobokan.

Sejak 16 Desember 2021, gunung yang memiliki ketinggian 3.676 meter di permukaan laut (mpdl) itu pada saat ini berstatus Level III (Siaga).

Sedangkan, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMG) menyatakan, status Gunung Semeru pada hari ini telah naik level menjadi Level 4 (Awas) terhitung mulai pukul 12.00 WIB.

Pada 4 Desember 2022 pukul 00.00-06.00 WIB, aktivitas kegempaan Gunung Semeru terekam 8 kali gempa letusan, 1 kali gempa awan panas guguran yang masih berlangsung hingga pukul 06.00 WIB.

Selain berpotensi terjadi awan panas, potensi terjadinya aliran lahar juga masih tinggi mengingat curah hujan yang cukup tinggi di wilayah tersebut.

Pemantauan deformasi masih menunjukkan terjadinya peningkatan tekanan yang menandakan masih terjadinya proses suplai magma ke dalam kantong magma maupun ke permukaan.

“Pemantauan area panas (hotspot) menunjukkan peningkatan adanya anomali thermal menjadi 15 Mw di sekitar area kawah yang mengindikasikan masih adanya tumpukan material panas,” ungkapnya..

Hingga kini, BNPB masih terus berkoordinasi dengan tim BPBD di lapangan dalam melakukan kaji cepat, monitoring, dan evakuasi warga.

Sementara, Badan Meteorologi Jepang sedang memantau kemungkinan tsunami setelah letusan, lapor penyiar publik negara itu NHK.

Gunung berapi mulai meletus pada pukul 02:46 waktu setempat, kata BNPB dalam sebuah pernyataan. Video yang diposting di media sosial menunjukkan awan abu abu di daerah terdekat.

BNPB tidak segera menanggapi peringatan Jepang tentang risiko tsunami.

Dengan 142 gunung berapi, Indonesia memiliki populasi terbesar di dunia yang tinggal di dekat gunung berapi, termasuk 8,6 juta orang yang tinggal dalam jarak 10 km dari satu gunung berapi.

 

Facebook Comments

Most Popular

To Top
error: Content is protected !!