Politik

Andika Perkasa Buka Kesempatan Keturunan PKI Daftar Jadi Prajurit TNI


31 March 2022, 11:50
Dilihat   178

NUSANTARAKINI-Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa membuka kesempatan bagi keturunan anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) mengikuti seleksi TNI.

Kebijakan tersebut diputuskan Andika dalam rapat penerimaan prajurit TNI Tahun Anggaran 2022 sebagaimana yang dipantau dari video yang diunggah di channel YouTube Jenderal TNI Andika Perkasa pada Rabu (30/3/2021).

Dalam video tersebut, dipaparkan terkait mekanisme penerimaan prajurit TNI. Andika sempat mempertanyakan soal pertanyaan uraian yang diberikan kepada calon prajurit TNI yang ikut seleksi.

“Oke nomor 4 yang ingin dinilai apa, kalau dia ada keturunan apa?” Tanya Andika.

Salah seorang anggota pun menjawab.

“Pelaku dari tahun 65-66,” kata anggota itu.

“Itu berarti gagal, apa bentuknya apa, dasar hukumnya apa?” Tanya Andika.

“Izin, TAP MPRS Nomor 25,” kata anggota itu lagi.

Andika lalu meminta anggota TNI itu untuk menyebut isi TAP MPRS itu. Ia mempertanyakan apa yang dilarang berdasarkan TAP MPRS 25 Tahun 1966.

“Yang dilarang dalam TAP MPRS nomor 25, satu Komunisme, ajaran Komunisme, organisasi komunis maupun organisasi underbow komunis tahun 65,” kata anggota itu.

“Yakin ini? cari, buka internet sekarang. Yang lain saya kasih tahu, TAP MPRS nomor 25 tahun 66. Menyatakan PKI sebagai organisasi terlarang, tidak ada kata-kata underbow segala macam, menyatakan Komunisme, Leninisme, Marxisme sebagai ajaran terlarang. Itu isinya,” kata Andika.

Andika melanjutkan jika melarang sesuatu harus mempunyai dasar hukum. Ia mempertanyakan dasar hukum pelarangan dari keturunan PKI.

“Ini adalah dasar hukum, ini legal, tapi tadi yang dilarang itu PKI. Kedua adalah ajaran komunisme Marxisme, Leninisme. Itu yang tertulis. Keturunan ini apa dasar hukum, apa yang dilanggar sama dia,” kata Andika.

“Jadi jangan mengada-ngada. Saya orang yang patuh perundangan. Kalau kita melarang pastikan kita punya dasar hukum. Zaman saya, tidak ada lagi, keturunan dari apa, tidak. Karena apa? Saya gunakan dasar hukum. Hilang nomor 4,” imbuh dia.

Dalam rapat tersebut diputuskan, selain membolehkan anak keturunan anggota PKI, seleksi penerimaan TNI juga menghapus tes renang dan tes akademik.

Facebook Comments

Most Popular

To Top
error: Content is protected !!