Opini

Gus Yakut


18 November 2021, 10:13
Dilihat   16

Gus Yaqut, Kini telah selesai menyelesaikan amanatnya sebagai menteri agama di priode jokowi ma’ruf amin dan kini menyerahkan ke tangan Afi Ahmad Ridlo di kantor Kementerian Agama Jakarta Selatan.

Gus Yaqut atau K.H. Yaqut Cholil Qoumas adalah Menteri Agama di Kabinet Indonesia Maju sejak 23 September 2020. Sebelumnya, ia pernah menjadi anggota DPR RI daei partai Kebangkitan Bangsa. Ia adalah putra dari K.H. Muhammad Cholil Bisri, salah satu pendiri PKB Dan saudara dari Yahya Cholil Staquf Tokoh NU. Ia pernah menjadi Wakil Bupati Rembang periode 2005 – 2010 Dan anggota DPRD Kabupaten Rembang periode 2004 – 2005. Ia jga alumni Universitas Indonesia, lahir di Rembang 4 Januari 1975.

Ia menyampaikan bahwa hari ini ia bermaksud ‘menyerahkan’ jabatan Menteri Agama kepada Afi Ahmad Ridlo. Penyerahan jabatan ini terkait program Sayembara Santri Sehari Menjadi Menteri yang menjadi rangkaian peringatan hari Santri 2021. Hal itu ditandai dengan penyematan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas kepada Afi Ahmad Ridlo, disaksikan pejabat eselon I Kemenag.

“Saya meminta seluruh jabatan pejabat eselon I dan ASN Kementerian Agama dapat membantu Afi yang akan menggantikan saya hari ini,” Ungkap Gus Yaqut usai menyematkan pin Menteri Agama kepada Afi Ahmad Ridlo.

“Untuk Afi, hari ini saya ‘serahkan’ Kementerian Agama, seluruh yang ada di sini, ruangan Menteri Agama, silakan dipergunakan. Manfaatkan kesempatan di sini untuk memberikan kontribusi untuk umat. Laksanakan, dan amankan!” sambung Gus Yaqut.

Afi Ahmad Ridlo adalah santri pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur. Siswa kelas 12 Madrasah Aliyah Nurul Jadid ini berkesempatan menggantikan Gus Yaqut sebagai Menteri Agama usai menyisihkan 140 peserta lainnya dalam Sayembara Santri Sehari Menjadi Menteri.

“Dengan kegiatan ini kita berharap santri ini bangkit semangatnya, bangkit kepercayaan dirinya. Pesan yang ingin kita sampaikan adalah bahwa santri itu bisa menjadi apa saja,” ungkap Gus Yaqut.

“Jadi santri tidak perlu minder, tidak perlu merasa terpinggirkan karena negara juga sudah memberikan afirmasi yang luar biasa kepada para santri,” imbuhnya.

Menjadi seorang Menteri Agama salah satu prestasi tertinggi yang pernah di raih bagi Afi Ahmad Ridlo. Menurutnya, ini menjadi kesempatan belajar sekaligus ajang pembuktian bahwa para santri memiliki kemampuan yang luar biasa.

“Saya mewakili semua santri nusantara ingin menunjukkan kalau santri itu bisa. Dan kita itu punya potensi untuk memimpin bangsa. Beberapa orang memang memiliki paradigma meminggirkan pesantren. Di forum ini, saya dan teman-teman ingin membuktikan bahwa santri punya lebih dari yang kalian pikirkan,” tutur remaja kelahiran Lumajang, Jawa Timur ini.

Ia juga mengajak para santri untuk dapat memberikan kontribusi positif bagi pembangunan negeri. “Santri kalau hanya bisa ngaji, tapi tidak bisa berbakti pada negeri, jadinya useless. Kita harus bisa memainkan peran dakwah di berbagai lini. Bukan sekedar dakwah memberikan ceramah atau tausiyah, tapi juga menjadi teladan di berbagai bidang,” paparnya.

Selama menjalankan tugas Sehari Menjadi Menteri, Afi juga didampingi oleh Ghufron Ihsan santri pondok pesantren Al Muhajirin III, Purwakarta dan Nur Winda santri pondok pesantren DDI Salman Allakuang Sidrap. Keduanya merupakan pemenang ke-2 dan ke-3 Sayembara Santri Sehari Menjadi Menteri.

Afi Ahmad Ridlo setelah dilimpahkan wewenang dari Gus Yaqut, dijadwalkan akan memimpin Rapat Pimpinan Kemenag dan beraudiensi dengan tamu Menteri Agama.

Penulis
Muhammad Husni

Facebook Comments

Most Popular

To Top
error: Content is protected !!