DKI Jakarta

Antisipasi Lonjakan Baru dari “Tourism Revenge”, Industri Pariwisata Jakarta berkolaborasi luncurkan PARKIT


21 September 2021, 21:35
Dilihat   14

Nusantarakini.com, Jakarta – 

Melanjutkan hasil dari kegiatan Webinar bertema “Kesiapan Tempat Wisata, HOREKA, dan Event pada Pengunjung Tervaksin di Jakarta Dan Sekitarnya”  pada tanggal 19 Agustus 2021, yang dihadiri oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dr. H. Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A., M.B.A. yang mendapatkan respon positif para pelaku Pariwisata. Kemudian dilanjutkan koordinsi asosiasi PUTRI, IHGMA DKI, PHRI DKI, JHA, Jakarta Tourism Forum, ASTINDO dan ASPERAPI, pada hari ini  bertempat di hotel The 101 Hotel Jakarta Sedayu Dharmawansa diluncurkan secara perdana solusi untuk pre booking atau pembukuan dimuka pada Industri Pariwisata dan Wisata Vaksin di Jakarta,  solusi berbasis ini melengkapi keberadaan aplikasi PeduliLindungi, yang tersedia dalam layanan  bernama PARKIT.

PARKIT (Pariwisata Bangkit) adalah sebuah layanan berbasis web pre booking atau pelayanan sebelum kedatangan untuk menghindari kerumunan dan solusi managemen jumlah pengunjung dimana pelanggan kita dapat melakukan pembukuan awal di  restoran, dan kafe dengan aman, mudah, dan cepat karena PARKIT sudah terkoneksi dengan Aplikasi PeduliLindungi. PARKIT hadir sebagai alternatif sekaligus menjadi pelengkap sistem untuk pre booking HOREKA ( Hotel, Restoran , dan Kafe )  dan tempat wisata yang menjawab kebutuhan industri pariwisata agar dapat berjalan kembali mengantisipasi lonjakan baru atas Tourism Revenge atau keinginan besar berwisata yang selama 1.5 tahun ini tidak terpenuhi.

Rizki Handayani sebagai Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Kemenpakeraf mengapresiasi solusi  kreatif PARKIT sebagai salah satu sistem untuk memantau, tracking dan tracing sehingga pariwisata tidak menjadi sumber penularan covid, serta mengajak para perusahaan komunitas, asosiasi, dan para stakeholder untuk bersama-sama melakukan KolaborAKSI sesuai dengan arahan Menparekraf untuk menciptakan inovasi agar pariwisata kita bisa bergerak kembali.

Gumilar Ekalaya, Plt Kadisparekraf DKI Jakarta mengatakan bahwa Pemprov DKI sangat mendukung adanya PARKIT ini karena saat di Jakarta sendiri sedang dalam masa uji coba pembukaan kembali Horeka terbuka dan tertutup sesuai dengan ketentuan dari pemerintah pusat. Dengan hadirnya PARKIT ini Pak Gumilar berharap akan membantu pembukaan kembali menambahkan tempat-tempat wisata di Jakarta seperti Ancol, Taman Mini dan Setu Babakan yang saat ini dalam masa uji coba.

Panca Rudolf Sarungu sebagai Group CEO Rajamice, menjelaskan dalam pandemi ini walau menjadi tantangan dan memiliki tren yang menuju penurunan ini tidak membuat para pelaku industri pariwisata menjadi lengah dan memperkenalkan layanan PARKIT sebuah bentuk kerjasama dengan LOKET dimana layanan ini memberikan dua solusi untuk  pre booking Horeka dan wisata vaksin. Selain itu PARKIT ini bisa menjadi solusi bagi anak-anak dibawah 12 tahun yang ingin pergi ke tempat wisata karena data anak tersebut dapat masuk dan terintegrasi ke dalam layanan PARKIT. 

Tubagus Rahmad Utama sebagai Direktur LOKET berharap peluncuran PARKIT ini yang telah terintegrasi dengan PeduliLinduli dapat membantu teman-teman industri Horeka dan event dalam mengelola kapasitas pengunjung serta pengecekan ketat prokesnya, sehingga aktivitas dapat berjalan optimal dan pengunjung merasa aman melalaui solusi pre boking ini. PARKIT ini bentuk ikhtiar yang dapat digunakan secara gratis dengan mendaftarkan industi ataupun aktivitas teman-teman pariwisata dan umkm melalui website PARKIT.id semua tahapan pendaftaran dan mitra yang tergabung ada di dalam website PARKIT tersebut.

Salman Dianda Anwar, Ketua Jakarta Tourism Forum berpendapat “Dalam situasi terbatas ini biasanya memunculkan ide kreatif seperti teman-teman dari RajaMICE dan LOKET dengan adanya PARKIT yang sudah terintergrasi dengan PeduliLindungi yang mana dapat mempermudah pengaplikasian layanan pengecekan kapasitas dan tracking Covid-19″. Ini lebih baik daripada harus memperlihatkan bukti vaksin saat kedatangan yang berpotensi membuat kerumunan dalam melakukan suatu kegiatan seperti memasuki tempat wisata, mall atau lainnya. [sda/han] 

Facebook Comments

Most Popular

To Top
error: Content is protected !!