Nasional

Berpikir Leluasa, Itu Obat Yang Dicari Indonesia

Nusantarakini.com, Jakarta –

Kata leluasa, merupakan khas Indonesia, atau Melayu pada umumnya. Dia punya imbuhan le, seperti lelaki. Indikasikan adanya intensi.

Leluasa berasal dari luas, menjadi leluasa. Artinya menjelajah secara bebas dari horizon satu ke horizon yang lain.

Pada kata leluasa terkandung kata yang terpendam, yaitu bebas, aktif, kapable, berkuasa, tapi memiliki kepribadian dan tujuan. Pendeknya tak terkungkung, atau unimpeded, kata orang Injiliziyyah.

Saat kamus dibuka untuk mendapatkan arti ke·le·lu·a·sa·an, ternyata memang di situ ada ungkapan kebebasan (bergerak, bertindak, dan sebagainya): selama tinggal di Jakarta, mereka diberi ~ untuk mengunjungi tempat bersejarah; kedua, hak peranan untuk menentukan (memutuskan sendiri berdasarkan hukum).

Kembali ke urusan judul tulisan ini. Bangsa Indonesia tidak memerlukan sekedar pikiran yang bebas. Apalagi pikiran copy paste. Yang paling diperlukan adalah pikiran yang leluasa, menguasai berbagai horizon pemikiran lalu menyerbuknya untuk menghasilkan bunga dan buah pemikiran yang dia perlukan.

Walhasil, kata leluasa ini penting dan bertuah sekali. Berpikir leluasa adalah cara berpikir manusia tingkat empu atau mujtahid. Bukan sekedar berpikir tingkat pengekor, muqallid, apalagi selevel alay yang tak berkepribadian.

Masalahnya, berpikir leluasa pada manusia yang sudah terbentuk di Sekolah-sekolah sebagai manusia Tex book thinking, tentulah tidak mudah. Perlu pembelajaran, bukan?

 

Syahrul E Dasopang

Terpopuler

To Top