Gaya Hidup

Contohlah Zidane, Pesepakbola Muslim Fenomenal, Santun Dan Tidak Pernah Memaki

NusantaraKini.com.

Menjelang Final Liga Champion antara Real Madrid dan Juventus Minggu dini hari, maka mulai ramailah pembicaraan tentang tokoh tokoh bola yang berperan pada pertandingan besar tersebut. Selain sosok Buffon dan Ronaldo, maka publick juga selalu terkesan dengan pretasi besar dari seorang Zidane (pelatih Madrid)

Semua orang yang suka bola tahu siapa Zidane, Sebagai pesepak bola kelas dunia, Zidane telah mengenyam banyak prestasi, Zidane juga sukses mengantar Perancis menjadi juara dunia Piala Dunia 1998 dan juara Piala Eropa 2000. Selain itu Zidane berpretasi memberikan dua gelar seri-A bersama Juventus, satu gelar Liga champions dan satu gelar La Liga bersama Real Madrid. Zidane menjadi pemain sepak bola yang mampu meraih gelar Pemain terbaik dunia FIFA  sebanyak tiga kali. Ia juga pernah meraih Ballon d’OR pada tahun 1998.

Pada tanggal 4 Januari 2016, Zidane didaulat menjadi pelatih Real Madrid menggantikan Rafael Benitez Pada 29 Mei 2016, Ia membawa Real Madrid meraih trofi ke sebelas Liga Champions atau juga disebut La Undécima

Isue Agama dan Ras

Tak ada yang mengatakan gampang. Demi meraih sederet pencapaian yang membuatnya kini disebut-sebut sebagai salah satu pelatih sepak bola terbaik, berbagai tantangan harus ditaklukan oleh laki-laki kelahiran 23 Juni 1972 itu. Mulai dari isu agama, hingga politik, semua pernah menerpa sosok yang akrab disapa Zizou tersebut.

Zidane lahir di La Castellane, suatu kawasan kumuh di pinggiran kota Marseille. Kebanyakan penghuninya adalah imigran dari Aljazair, Maroko dan negara-negara jajahan Perancis lainnya. Kota ini terkenal sebagai kota paling kriminal di Perancis. Meskipun begitu, penduduk kota ini amat menggemari musik dan sepakbola.

“Aku beruntung berasal dari komunitas bermasalah. Itu mengajari kami semua bukan hanya sepakbola tapi terutama kehidupan. Banyak anak dari berbagai ras dan keluarga di sini. Kami harus bekerja keras untuk menghadapi hidup. Musik sangat penting tapi sepakbola adalah bagian yang paling gampang untuk ditekuni.” ujar Zidane

Setelah menjadi superstar, Zidane tak pernah “lupa kacang pada kulitnya.” Orang tua dan keluarga besarnya masih tinggal di sana. Anak-anak La Castellane juga sangat dekat padanya dan tidak sungkan-sungkan mendekati ketika Zizou berkunjung ke sana Orang-orang yang biasanya takut mendengar La Castellane menjadi antusias terhadap kota tersebut.

Tetap Santun dan Bersahaja

Walaupun sudah sebagai pemain dan pelatijh hebat serta sering di elu – elukan public bola di seluruh dunia. Zizou dikenal tetap pendiam dan santun terhadap publik. Ia memang rendah hati dan agak pemalu. Ia pun tak pernah bikin ulah di lapangan dan selalu menjalin hubungan baik dengan rekan-rekan setimnya. Kerendahanhatinya terungkap dari kata-katanya, “Sungguh luar biasa bagi kami. Kami keluarga yang datang dari ketiadaan dan kini dihargai seluruh warga Perancis”

Sebagaimana dikutip The Gurdian, keluarga Zidane pindah dari Algeria ke Perancis di tahun 1950. Orangtua Zidane menempati rumah yang citranya jauh dari kata baik di kalangan imgran. Fakta bahwa mereka penganut Islam pun kian mempersulit hidup. Tumbuh sebagai minoritas tak membuat Zidane kecil mengurungkan niat untuk merealisasikan mimpi besarnya. Dan Zidane berkeyakinan bahwa dengan prestasilah dia bisa mengambil hati masyarakat sekelilingnya.

Bukan berarti sang pesepak bola legendaris tak mendapat dukungan dari negara asalnya. Ketika Perancis kampiun sebagai juara pertama di Piala Dunia tahun 1998, pujian atas Zidane “meledak” seketika. Meski sempat dihadapkan pada argumentasi politik rasial, namun langkah Zidane untuk meniti karier di luar Perancis sudah tak terbendung lagi.

Muslim Pertama melatih Madrid

Pada saat ditunjuk sebagai pelatih Madrid menggantikan Rafael benitez, sebagai umat Islam, tentunya kita bersyukur bahwa ini tradisi baru di Real Madrid. Mengingat sejarah kejayaan Islam selama abad ke-8 sampai abad ke-15 di Spanyol, Islam sebenarnya sudah memiliki hubungan sejarah panjang di Negeri Matador ini.

Memang benar Zizou adalah legenda hidup sepak bola Prancis. Tapi, buat Real Madrid, dia sesungguhnya layak disebut sebagai khalifah di klub itu. Ia adalah sosok yang juga pernah memengaruhi kebijakan merekrut Nuri Sahin, Karim Benzema, Mesut Ozil, dan Sami Khedira.

Mereka semua telah memberikan warna Islam yang luar biasa buat Real Madrid. Tak heran jika kehadiran sosok-sosok pemain Muslim dan pamor Zidane pada akhirnya menjadi jalan untuk mengundang sponsor raksasa Emirates Air Line sebagai sponsor.

Naik Haji

Zidane memiliki pengalaman spiritual ke Tanah Suci. Pemain Terbaik Dunia tiga kali tersebut termasuk Muslim yang memiliki keimanan baik. Ketika divonis cedera otot dan harus mendapat perawatan dari tim medis, Zidane diperintahkan untuk istirahat demi masa pemulihan. Tapi bukannya malah berbaring dan mengikuti terapi kesehatan, waktu luang itu dimanfaatkannya untuk pergi haji.

Pelatih Real Madrid itu melakukan ritual haji pada 29 Januari 2004, bersama istri dan anak-anaknya. Zidane dan keluarga mendarat di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, dan kemudian melanjutkan perjalanannya ke Madinah. Di sana ia disebutkan sempat melakukan ziarah ke makam Rasulullah SAW.

Muslim yang Taat 

Meski capaiannya di lapangan luar biasa, namun Zidane tidak lupa untuk memposisikan dirinya sebagai seorang Muslim. Ia disebut-sebut sebagai atlet dunia yang taat menjalankan kewajiban shalat lima waktu. Dengan menunaikan perintah yang menjadi tiang agama tersebut maka Zidane mengaku penampilannya di lapangan bisa semakin baik. “Shalat adalah sumber kekuatanku. Karena setelah shalat, hati serasa tenang,” tandas pria berkepala plontos tersebut.

Diberitakan oleh Hollowverse, Zidane yang kala itu masih aktif menjadi pemain sepak bola tetap menjalankan kewajibannya sebagai muslim, yakni sholat, serta puasa di bulan Ramadan walau serangkaian pertandingan harus dihadapi. Karena bagi Zidane, Islam adalah salah satu aspek yang membentuk identitas dirinya.

Karier Lengkap Bola dan Anak

Zinédine Yazid Zidane  [ˌzineˈdin jaziːd ziˈdan];  Zainuddin Zidan lahir 23 juni 1972, umur 44 tahun yang terkenal dan populer dengan panggilan Zizou. Saat ini Ia melatih klub Real Madrid. Posisinya adalah gelandang menyerang. Memulai karier sebagai pemain di klub AS Cannes, ia kemudian bermain di Bordeux, Juventus dan terakhir Real madrid. Ia pensiun dari sepak bola klub pada tahun 2006 dan pensiun dari Tim Nasional Perancis setelah Piala Dunia 2006. Ia juga sempat memegang rekor sebagai pemain termahal di dunia saat ditransfer dari Juventus ke Real Madrid pada musim 2001-2002 dengan nilai 46 juta pounds, sebelum dipecahkan oleh pemain Real Madrid lainnya Ronaldo dan Bale.

Anaknya kini mengikuti jejak Zidane sebagai pemain sepak bola. Keempat anaknya bermain untuk Akademi Real Madrid. Enzo (24 Maret 1995), Theo (18 Mai 2002) dan Elyaz (26 Desember 2005) berposisi sebagai gelandang. Sedangkan Luca (13 Mai 1998) berposisi sebagai penjaga gawang. (FTN ,dikutip dari berbagai sumber)

Terpopuler

To Top