Nasional

Yang Tak Terungkap dari Peristiwa Perampokan Pulomas, Akibat Menganganya Ketimpangan

Nusantarakini.com, Jakarta – Gang Kalong adalah wujud sempurna ketimpangan pembangunan dan kesejahteraan di Indonesia. Gang Kalong ini sejatinya rangkaian dari beberapa gang yang terdapat dalam suatu kampung yang terisolasi dan terkepung oleh bangunan pabrik dan sejumlah perumahan di Kelurahan Bojong Rawalumbu Kota Bekasi. Selain dari Gang Kalong, di situ terdapat juga Gang Kolot. Orang tidak mengira, di balik tembok-tembok pabrik konveksi dan perumahan menengah, terhampar kampung yang dihuni orang-orang asli dan urban.

Pemukiman yang bersifat kampung ini padat dengan rumah-rumah petak yang disewakan untuk ditempati. Uniknya, di dalam perkampungan ini terdapat rumah ibadah untuk orang Budha. Sebab ternyata di sini juga terdapat beberapa keluarga etnis China. Orang-orang Batak termasuk yang banyak bermukim di perkampungan tersebut. Orang Betawi merupakan pemukim asli di perkampungan tersebut.

Untuk mencapai perkampungan ini, hanya tersedia gang-gang kecil yang hanya cukup dilalui mobil seukuran innova. Lebih besar dari itu, tidak bisa, karena lebar jalan yang kecil.

Pengontrak yang umumnya bekerja sebagai buruh dan pedagang kecil, memenuhi pemukiman ini. Di sinilah para perampok rumah mewah di Pulo Mas ini ditemukan secara mengenaskan karena ditembak di tempat. Diketahui, mendiang Ramlan Butar-butar bekerja sampingan sebagai sopir angkot trayek Bekasi – Bantar Gebang.

Perampokan yang dilakukan oleh Ramlan Butar-butar terhadap pemilik rumah mewah di Pulomas yang melibatkan nama Gang Kalong mengirimkan pesan bahwa gap kesejahteraan antar penduduk dan antar wilayah itu nyata adanya. Bukan fiksi seperti yang dirumuskan oleh ekonom-ekonom dengan wujud hanya angka-angka yang tak berarti itu.

Jika Anda berkunjung ke Gang Kalong, Anda akan menemukan bahwa ibu-ibu yang berjejer di depan kontrakan sambil mencari kutu. Sedangkan pria-pria dewasanya ngariung sambil main catur. Gambaran ini mengisyaratkan bahwa pengangguran dan jobless di pemukiman tersebut sangat banyak.

Jadi harusnya peristiwa perampokan di Pulomas tersebut ditangkap sebagai isyarat bahwa ketimpangan sudah demikian sadisnya sehingga menimbulkan aksi kekerasan melanggar hukum dan menghilangkan nyawa beberapa orang di pemukiman mewah. (sed)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler

To Top