Warkop-98

“A Good Leader: AHOK”. Catatan Kritis Aktivis Tionghoa!


6 August 2016, 11:51
Dilihat   5.1K

Nusantarakini.com, Jakarta-

Setelah menyepi di dalam hutan, akhirnya aktivis Tionghoa Zeng Wei Jian yang cukup kritis ini keluar dari pertapaannya. Berikut tulisannya yang diterima redaksi Nusantarakini.com:

A Good Leader: AHOK
by Zeng Wei Jian

Presiden John Quincy Adams (July 11, 1767 – February 23, 1848) pernah bilang, “If your actions inspire others to dream more, learn more, do more & become more, you are a leader”.

Aksi Ahok menginspirasi warga mengambil batu, bikin spanduk penolakan, ngumpulin 3 juta KTP menolak Ahok ikut pilgub. Manuver Ahok bikin ribuan warga tergusur dari rumah dan meradang. In short, Ahok menginspirasi orang banyak untuk mencaci maki dan menghujat.

Kajian filosofis soal “leadership” sejak Plato merampungkan buku Republic sampai Plutarch’s Lives mencoba mengeksplorasi pertanyaan “What qualities distinguish an individual as a leader?”

Semua usaha filosofis itu sepakat meletakan karakter sebagai parameter seorang pemimpin atau bukan. Teori ini kemudian dikenal sebagai “trait theory of leadership”.

Ahoker militan pencari nasi bungkus bilang Ahok adalah seorang pemimpin. A great leader. Saya meragukan klaim sepihak ini. Bagi saya, para panasbung ini sedang meracau. Baseless. Gak punya basis argumentasi. Sekedar komentar dari orang yang dibayar.

Ahok semakin jauh dari karakter pemimpin saat dia memaki Yusri sebagai “Maling KJP”, mengusir wartawan, mempermalukan anak buah, gebrak meja, agresi verbal dengan bahasa Ingris blepotan. Ahok bertolak-belakang secara diametris dengan apa yang dikatakan Simon Sinek:

“If you want to be a great leader, remember to treat all people with respect at all times.”

Sejumlah Video Pemda merupakan hard proof Ahok kurang sanggup menghormati orang lain. Siapa pun pernah dia lecehkan; Amien Rais, Rizal Ramli, Habiburokhman, JJ Rizal, warga, pegawai pemda, bahkan Jokowi pun kena dilecehkan Ahok dengan statement soal dukungan pengembang.

Tim nyepin medsos seringkali mencoba meng-make over citra Ahok sebagai “good DKI-1” yang dihormati PNS.

Faktanya, Ahok brutal. Dia main pecat, tukang maki bawahan. Aksi ini bikin Ahok ditakuti jajaran pemda. Variable ini memperparah usaha mereposisi Ahok sebagai seorang pemimpin. Dia berlagak seakan dia boss sebuah korporasi. “A leader is admired, a boss is feared,” kata Vicente del Bosque.

Dengan demikian, Ahok salah ruang.

Saya kira, integritas merupakan variabel utama seorang pemimpin. Ahok tidak memiliki integritas. Dia tersangkut sejumlah skandal korupsi namun tetap ngga pernah berpikir untuk meletakan jabatan gubernur. Biasanya, politisi tahu malu akan segera mundur bila terseret satu skandal korupsi. Ahok punya lima skandal korupsi. Dan dia nyantai saja. Mungkin, wajahnya terbuat dari logam (steel face).

“…Most important, a leader must work with integrity,” ujar Abdul Kalam.

Kinerja Ahok dinyatakan jeblok oleh banyak lembaga. Jakarta jadi rentan banjir. Alih-alih punya integritas, dengan take all responsibility as DKI-1, Ahok selalu menemukan “kambing hitam”.

Salah satu indikator integritas adalah kata-kata. Ahok sepenuhnya tidak bisa dipegang. Dulu dia bilang incumbent kepala daerah mesti cuti saat kampanye. Sekarang, setelah jadi gubernur refill, dia tolak cuti. Edan. Sekalipun UU atur mekanisme pilkada. Edan double digit, Ahok tetap nekad dengan melangkah lebih maju; mengajukan Judicial Review atas UU tersebut.

John C. Maxwell berkata, “A leader is one who knows the way, goes the way, & shows the way.”

Dari sini jelas, Ahok sama sekali bukan pemimpin. Ahok ngga tau cara ikut pilgub. Awalnya dia ultimatum PDI-P, lantas lantang nyatakan diri maju via jalur indie. Sekelompok anak muda nganggur dipekerjakan. Diberi nama “Teman Ahok”. Ngumpulin sejuta KTP, sambil ngebully politisi Partai Gerindra dan Setya Novanto.

Eh, at the end Ahok melacur dengan Partai Golkar.

Ahok ga tau ‘the way’. He goes the wrong way, and he shows the way how to be a bad politician.

THE END

(*mc)

Facebook Comments

Most Popular

To Top
error: Content is protected !!