Nasional

PVMBG Bantah Potensi Tsunami di Jepang Imbas Erupsi Semeru


4 December 2022, 20:27
Erupsi Gunung Semeru, Minggu (4/12/2022) Foto: (AP)
Dilihat   174

NUSANTARAKINI.COM _ Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral buka suara soal potensi tsunami di Jepang atas dampak dari erupsi Gunung Semeru pada Minggu (4/12/2022).

Mengutip CNN, Koordinator Gunung Api PVMBG, Oktory Prambada mengatakan, erupsi Gunung Semeru tak ada hubungannya dengan tsunami lantaran Semeru berada di darat dan hanya berdampak 13 kilometer ke arah tenggara.

“Tidak ada tsunami ya, erupsi Semeru ini kejadiannya di darat dan hanya mendampak 13 kilometer ke arah tenggara Semeru,” katanya.

Dia menambahkan, awan panas yang dihasilkan oleh Gunung Semeru ini tak sampai berhembus ke laut. Sehingga tidak ada potensi bencana hingga ke Jepang.

Sementara, Pakar Sistem Informasi Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) Sandy Budi Wibowo senada dengan Oktory. Dia menyebut, erupsi Gunung Semeru tak bisa dikaitkan dengan prakiraan tsunami di Jepang.

Menurutnya, itu terlihat dari lokasi geografis Gunung Semeru, arah letusan dan magnitude-nya, yang nampaknya tidak bisa dikaitkan dengan perkiraan tsunami di Jepang.

Bahkan, Sandy tidak memahami dasar perkiraan Jepang yang bersiaga tsunami imbas erupsi di Gunung Semeru.

Sebelumnya, Badan Meteorologi Jepang terus memantau ancaman gelombang tsunami yang meningkat di daerah pesisir negaranya imbas Gunung Semeru.

Lembaga penyiaran milik Jepang, NHK melaporkan gelombang tsunami bisa mencapai pesisir Prefektur Okinawa secepat-cepatnya sekitar pukul 05.30 GMT atau sekitar 12.30 WIB hari ini.

Okinawa merupakan prefektur di bagian paling selatan Jepang. Prefektur Okinawa ini terdiri dari ratusan pulau yang disebut Kepulauan Ryukyu dan membentuk rantaian kepulauan yang panjangnya melebihi 1.000 kilometer.

Prefektur Okinawa juga menjadi rumah dari pangkalan militer Amerika Serikat di wilayah Pasifik.

Meski begitu, belum ada perkembangan lagi dari badan tersebut soal sebesar apa risiko gelombang tsunami terjadi. Belum ada juga peringatan dini bagi warga di pesisir terkait peningkatan ancaman tsunami ini.

Selain itu, Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Daryono menyampaikan, agar media dapat menenangkan saudara-saudara yang berduka melalui akun Twitter-nya.

 

Facebook Comments

Most Popular

To Top
error: Content is protected !!