Hukum

Dosen UGM Berencana Laporkan Balik Politisi PSI Guntur Romli


19 April 2022, 16:30
Dosen Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada (UGM) Karna Wijaya
Dilihat   86

NUSANTARAKINI.COM-Dosen Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada (UGM) Karna Wijaya berencana melaporkan balik politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Mohamad Guntur Romli ke polisi.

Dirinya mengaku tengah berkoordinasi dengan tim kuasa hukumnya untuk melaporkan Guntur dan pihak lain yang dianggap telah melakukan framing terhadap dirinya.

“(Pelaporan) untuk postingan-nya dan para buzzer terkait framing NII dan radikal-radikul,” kata Karna saat dikonfirmasi, Selasa (19/4/2022).

Karna mengatakan tudingan Guntur yang menyebut dirinya terlibat dalam gerakan intoleran dan radikal tidak berdasar. Ia menilai pernyataan itu sebagai ucapan orang mabok.

“Tidak ada buktinya, ucapan orang mabok,” ujarnya.

Karna menjelaskan foto-foto dirinya memegang airsoft gun yang disinggung Guntur dalam laporannya ke Polda Metro Jaya. Ia menyebut saat itu tengah mendampingi sang anak.

“Itu foto airsoft gun. Dulu anak-anak lanang (laki-laki) saya semua penghobi airsoft gun, jadi saya dampingi,” ujarnya.

Sebelumnya, Politikus PSI Guntur Romli melaporkan Dosen sekaligus Guru Besar FMIPA UGM Karna Wijaya terkait dugaan pengancaman ke Polda Metro Jaya, Senin (18/4) kemarin.

Guntur dan istri merasa terancam karena foto kolase yang diunggah di akun Facebook Karna. Mereka berada di satu bingkai dengan foto Ade Armando yang diberi tanda silang.

Sementara, Karna mengaku tak ambil pusing dengan langkah Guntur Romli ini. “Ya silakan dia melaporkan, dan kita akan siap menghadapinya,” ujarnya.

Karna sendiri telah dipanggil dan diperiksa oleh rektorat di Kantor Pusat UGM pada Senin (18/4). Kepada rektor, wakil rektor bidang Sumber Daya Manusia (SDM), dan dekan FMIPA, Karna mengaku salah karena telah membuat gaduh lewat unggahannya di media sosial yang mengomentari pengeroyokan Ade Armando.

Namun, Karna menegaskan unggahannya tersebut sebatas guyonan belaka. Meski begitu, ia tetap berpotensi diberi sanksi jika terbukti melanggar etik menurut pihak Dewan Kehormatan Universitas (DKU).

Facebook Comments

Most Popular

To Top
error: Content is protected !!