Nasional

Prof Emil Salim Ungkap Tiga Krisis yang Dialami Dunia Saat ini

NUSANTARAKINI.COM-Menteri Negara Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup Indonesia ke-1, Prof. Emil Salim menyebut bahwa dunia saat ini mengalami tiga krisis.

“Pertama, krisis yang dihadapi dunia adalah covid-19. Di mana sejak awal 2020 covid-19 menyebar dari Wuhan ke seluruh dunia termasuk Indonesia. Sumber virus ini adalah dari kelelawar,” kata Prof Emil dalam Seminar Pra Muktamar Muhammadiyah – ‘Aisyiyah ke-48 pada Sabtu (9/4/2022), dikutip redaksi dari laman muhammadiyah.or.id, Ahad 10 April 2022.

Kuat dugaan, imbuh Prof Emil, kelelawar ini mengalami gangguan dalam ekosistemnya sehingga menyebarkan virus covid-19.

Kedua, krisis yang dihadapi oleh dunia adalah perubahan iklim. Menurutnya sejak revolusi industri hingga sekarang iklim dunia mengalami kenaikan suhu bumi akibat pencemaran industri. Dunia sepakat melalui Persetujuan Paris, bahwa 2050 kadar pencemaran di bumi ini akan nol atau net zero sum.

“Akan tetapi Intergovernmental Panel on Climate Change pada Februari 2022 menyimpulkan bahwa cita-cita ini tidak dicapai. Bahkan kemungkinan besar, net zero sum harus dipercepat bukan 2050 tetapi 2040,” imbuhnya.

Prof Emil menjelaskan bahwa, artinya pada 2040 semua Negara harus berusaha agar pencemaran yang dikeluarkan oleh industri dan manusia dunia untuk diserap sehingga pencemarannya menjadi nol. Dalam konteks Indonesia, menurutnya belum sampai di situ untuk mengurangi krisis lingkungan.

Ketiga, krisis yang dihadapi oleh dunia adalah dehumanisasi ilmu. Sejak revolusi industri pergeseran dari sumber energi alami seperti hewan sebagai tenaga untuk membantu kerja-kerja manusia. Akan tetapi kemudian berubah menggunakan serba mekanik, machinal dan robotic tanpa rasa kehidupan budaya, sosial, dan agama.

“Sehingga kendali unsur humanisme, unsur kemanusiaan budaya, sosial, dan agama letaknya kepinggir,” imbuhnya.

Dari ketiga krisis tersebut, Indonesia sebagai Negara beriklim tropis mengalami tantangan perubahan iklim, yang tentu saja hal ini juga menjadi permasalah dunia secara luas.

Prof Emil menyebut akibat perubahan iklim ini Indonesia mengalami kelangkaan air minum khususnya di pulau-pulau, pertanian, pangan, kesehatan dan masih banyak yang lainnya.

Prof. Emil menambahkan, untuk mengatasi permasalah tersebut diperlukan pendekatan lokal atau kedaerahan dalam menanggapi perubahan iklim. Mengingat persebaran keterampilan – keahlian belum merata, maka perlu ditingkatkan pengembangan sumber daya manusia di daerah. Agar mampu secara mandiri menanggapi tantangan ini.

Terpopuler

To Top