Nasional

Sri Mulyani VS Pimpinan MPR RI


4 December 2021, 12:42
Dilihat   117

Jakarta, NusantaraKini.com ~ Menteri Keuangan Sri Mulyani membuat keputusan tentang pemotongan anggaran Pimpinan MPR mendapat penolakan dari anggota Pimpinan MPR RI di Senayan.

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Fadel Muhammad meminta Presiden Joko Widodo untuk memberhentikan Sri Mulyani dari jabatannya dikarnakan Menteri Keuangan ini memotong anggaran MPR RI untuk tahun 2022.

Sampai saat ini Istana belum mengeluarkan keterangan tentang polemik tersebut. Namun Menteri Sekretaris Negara Pratikno menegaskan bahwa urusan pengangkatan atau pemberhentian seorang Menteri ada di tangan Kepala Negara.

“Kalau itu urusannya Presiden mengenai pengangkatan dan seterusnya pergantian menteri” kata Pratikno di Kompleks Istana Kepresidenan.

“Kami atas nama Pimpinan MPR RI mengusulkan kepada Presiden RI untuk memberhentikan saudari Kementerian Keuangan, Karena kami anggap Menteri Keuangan tidak etik, tidak cakap dalam mengatur kebijakan pemerintahan kita demi untuk kelanjutan,” ujar Pimpinan MPR RI Fadilah Muhammad.

Sri Mulyani juga dinilai tidak menghargai MPR karena sudah dua kali tidak menghadiri rapat undangan bersama MPR.

Untuk hal ini Sri Mulyani memberikan pembelaan bahwa dirinya tidak menghadiri rapat MPR karena ada rapat yang lebih penting yang membutuhkan kehadirannya.

Pada saat 27 Juli 2021, kata Sri Mulyani hari itu bersamaan dengan adanya rapat internal bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi), sehingga kehadirannya diwakilkan oleh Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara.

Sementara pada 28 September 2021 Sri Mulyani menceritakan hari itu bersamaan dengan adanya rapat Badan Anggaran (Banggar) DPR yang membahas tentang APBN 2022 dimana kehadiran dirinya sebagai Menteri Keuangan wajib dan sangat penting.

“Rapat dengan MPR diputuskan ditunda,” jelas Sri Mulyani melalui akun resmi istagramnya, Rabu (01/12/2021).

Perlu diketahui bahwa Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI saat ini bukanlah lembaga tertinggi negara setelah reformasi semua setara dengan lembaga negara lainnya.

Facebook Comments

Most Popular

To Top
error: Content is protected !!