DKI Jakarta

Ribut-Ribut Foto Gunung dan “Om Tempelan” 


21 February 2021, 9:21
Dilihat   1.6K

Nusantarakini.com, Jakarta – 

Dua hari ini ada ribut-ribut lucu tentang foto Gunung Gede – Pangrango yang dipotret dari Jakarta. Seru dan lumayan panas. Apalagi pro kontra lantas masuk wilayah “kebencian politik”. Gubernur Anies dan jajarannya diseret-seret dan terseret dalam debat foto gunung.

Saya sebut lucu karena memang kocak. Lumayan menggelitik urat geli. Meskipun yang terlibat pro – kontra sampai saling memaki hehe. Dan dalam “kasus konyol” seperti ini memang lebih baik melihat sisi humornya saja. Ihwal senior yang menghakimi yuniornya dengan asal tuding. Akhirnya dia kelabakan sendiri setelah fakta-fakta teknis mementahkan tudingannya.

Alkisah, fotografer muda Ari Wibisono posting foto Gunung Gede – Pangrango di Instagram, Selasa lalu. Pakai tagar #LangitBiruJakarta dengan caption yang menggambarkan bersihnya udara kota hingga tampaklah gunung yang mempesona.

Ia memotretnya dari flyover HBR Motik Kemayoran, Jakarta. Foto yang sungguh menawan. Jalanan kota yang asri berlatar gunung biru yang memanjakan mata.

Ribuan orang suka. Di-share ramai di medsos, termasuk FB. Viral. Tapi banyak yang curiga haha. Ari dianggap mengada-ada alias hoaks. Gampang diduga, mereka yang curiga umumnya para pembenci kemajuan Jakarta di bawah Gubenur Anies. Namun pro-kontra masih kecil-kecilan.

Menjadi heboh dan riuh setelah Dinas Lingkungan Hidup DKI membagikan foto itu di Twitter yang dikomentari Arbain Rambey. Fotografer senior kawakan ini tanpa basa-basi menuding foto itu rekayasa, tempelan. Ia mempersoalkan penampakan Gunung Gede Pangrango yang terlalu besar. Lantas menuduh itu dua kali jepretan foto yang disatukan.

Langsung heboh. Heater Anies dapat amunisi untuk mem-bully. Ari Wibisono pun ramai dibully. Tak luput pula Anies dan jajarannya ikut diolok-olok dan dimaki. Debat gunung pun diwarnai narasi kebencian.

Tentu saja netizen tak tinggal diam. Termasuk yang paham fotografi membela Ari. Hingga sang fotografer akhirnya membuat video klarifikasi di instagram story menjelaskan secara detil untuk merespon fitnah itu.

Intinya itu satu foto, bukan tempelan. Diambil dengan lensa 260 mm. Lantas di-postpro dengan lightroom. Dalam bahasa sederhana, itu satu foto yang diedit kejernihan gambarnya. Hingga tampak glowing bak artis Korea haha. Bukan seperti tuduhan Arbain yang menyebut itu tempelan, hasil dua foto yang disatukan.

Ahli IT Roy Suryo ikut mementahkan tudingan Arbain. Melalui akunnya, Roy tegas menyebut itu satu foto, bukan foto tempelan. Tetapi hasil Retouch (Editing) dengan Lightroom untuk mengatur Clarity, Shadow, Contrast, dan lainnya.

Angin bully-an lantas saja berbalik arah. Giliran Arbain yang di-bully. Tampak kelabakan si senior ini. Sebab penjelasan juniornya tak dapat dibantah.

Ari Wibisono menuntut sang senior yang dianggap mencemarkan nama baiknya, minta maaf. Banyak netizen pun menyarankan Arbain minta maaf. Namun Arbain tak menanggapi. Dia memilih ngeles bak bajaj yang sopirnya tak punya SIM hindari razia polisi hehe. Dan tetap berkeras, itu “tempelan” Meski tanpa diikuti lagi dengan tuduhan dua foto disatukan. Sampe netizen meledeknya, “Mr Tempelan, Om Tempelan”.

Flyover Kemayoran pun mendadak ramai dikunjungi fotografer untuk membuktikan penampakkan gunung. Temasuk dari media seperti Tempo, Detik, Kumparan yang posting hasilnya di media masing-masing. Dan pagi-pagi, dari tempat itu, Gunung Gede Pangrango memang tampak indah kebiru-biruan. Apalagi di ujung lensa kamera.

Saya masih merasa lucu mengetahui banyak netizen geleng-geleng keheranan, “Kok pada ributin gunung kelihatan dari Jakarta. Mestinya bersyukur, udara kota sekarang lebih bersih hingga gunung di Bogor jadi lebih sering keliahatan…”

Kok lucu? Iya, sebab kalau dasarnya dengki, benci, Jakarta secantik apapun tetap jelek. Mereka maunya Jakarta di bawah Anies suram dan buruk rupa haha.

Terkenang waktu kecil dulu tinggal di kawasan Kuningan, Jakarta. Dari lapangan pagi-pagi kalau cuaca cerah selalu tampak Gunung Gede Pangrango, juga Gunung Salak. Setelah menikah pindah ke Bogor, tiap hari lihat gunung meskipun mendung hehe.

Salam
Banda Bening
#Copas

(Sumber : FB & WAG)

Facebook Comments

Most Popular

To Top
error: Content is protected !!