Pilkada 2020

Paparkan Program Unggulan, Warga Matiti Makin Mantap Dukung Antoni Pasaribu


27 January 2020, 13:07
Dilihat   5.2K

Nusantarakini.com, Humbahas – 

Bakal calon bupati (bacabup) Humbang Hasundutan (Humbahas) Antoni Pasaribu mulai rajin kembali mengunjungi masyarakat desa yang ada di Humbahas. Kali ini kandidat bupati kelahiran Dolok Sanggul ini menyapa warga di Desa Matiti Kecamatan Dolok Sanggul Humbahas, Minggu malam (27/1/2020).

Antoni Pasaribu memperkenalkan dirinya yang akan maju memimpin Humbahas sambil memaparkan program dan visi misinya kepada warga Matiti. Dia jua menceritakan bahwa dirinya aktif di organisasi warga Tapanuli yang ada di Jakarta.

“Jadi sampai Samosir pun mereka kenal siapa Antoni Pasaribu. Lebih-lebih setelah ada upaya pemekaran Humbang Hasundutan terpisah dari Tapanuli Utara, saya termasuk pemrakarsa,” ungkapnya.

Pria berkacamata  yang saat ini bekerja di Kementerian Keuangan di Dirjen Pajak merupakan lulusan STAN, dan bergelar sarjana hukum (SH) dan master juga. Antoni maju menjadi bupati karena ingin kembali ke Humbahas untuk membangun kampung halaman.

“Saya lihat data statistik, perekonomian kita jalan di tempat. Sehingga dampaknya akan banyak pengangguran, dan terjadi kesenjangan ekonomi. Sehingga akan banyak pengangguran di Humbahas,” tutur Antoni.

“Setelah melakukan riset, yang cocok untuk membangun humbahas adalah membuat Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Sehingga kita upayakan membangun desa dulu. Karena masyarakat Humbahas mayoritas di desa,” imbuh Antoni menyampaikan programnya.

Antoni juga memaparkan bahwa kopi di Humbahas hanya bisa berproduksi 900 kg/ hektar. Idealnya bisa panen 1,3 ton/hektar seperti yang sudah berhasil di Vietnam. Dan ke depannya, nanti yang akan mengelola harus BUMDes. Dan harus bisa mengekspor ke Korea, Jepang, Eropa dll. Semuanya dengan sistem komputerisasi.

“Kalau BUMDes jual misalnya 100rb/kg, maka membeli ke petani harus 90 rb/kg. Margin keuntungannya tipis, karena supaya petani untung” terangnya.

Cita-cita Antoni, anak cucu masyarakat Humbahas harus sekolah, mereka harus bisa menjadi sarjana dan bekerja. Salah satu programnya nanti adalah membuat Balai Latihan Kerja (BLK) supaya bisa bekerja di Jepang.

“Karena peluang kerja di Jepang butuh sekitar 350 ribu tenaga kerja di berbagai bidang. Dan saat ini pekerja yang sudah mengisi kebanyakan dari Filipina, Malaysia, Vietnam. Syaratnya harus faham bahasa dan budaya kerja Jepang yaitu setia dan disiplin. Seperti masuk kerja jam 8, dia harus bisa datang jam 7. Selesai kerja jam 5, dia pulang jam 7. Itu biasanya dinilai, meskipun tidak dianggap lembur,” tutur Antoni menjelaskan.

“Semuanya akan difasilitasi pemkab. Setelah bekerja baru mengangsur. Sehingga akan berganti untuk biaya pendidikan adik-adiknya. Ini sangat realistis, karena mudah dan sangat masuk akal. Tinggal kita memulai untuk melakukannya,” tambahnya.

Program Antoni berikutnya adalah, akan mendidik pemuda menjadi Barista. Kita akan panggil Barista terkenal dari Jakarta untuk melatih pemuda-pemuda meracik kopi. Di kota-kota besar sangat menjamur cafe-cafe yang membutuhkan Barista, sehingga peluang kerjanya besar.

Antoni juga mempunyai program akan membangun bengkel musik. Dia akan memfasilitasi bakat orang Batak menyanyi dan bermusik.

“Di Malaysia sangat terkenal band Batak. Seperti Filipina banyak band musik karena bagus fasilitasnya. Sehingga kita harus bisa go international. Saya tidak mau kalau hanya ada band lokal untuk acara perkawinan. Kita akan panggil guru-guru musik untuk mengajari mereka,” ujarnya.

“Tapi, penerapan program unggulan ini akan kita administrasikan dalam kartu RAP ini,” imbuhnya.

Antoni melanjutkan, mengingat Humbahas jumlah petaninya sekitar 90% tetapi tidak mempunyai Balai Pertanian, maka untuk meningkatkan sektor pertanian kita akan dirikan balai itu. Sehingga akan menghasilkan bibit-bibit unggul sesuai dengan kondisi wilayah Humbahas.

Mengakhiri pemaparannya, Antoni menegaskan bahwa pendidikan dan kesehatan juga sangat perlu. “Setiap rumah harus ada satu sarjana. Kita harus keluar dari kemiskinan, pintunya di pendidikan itu,” pungkasnya. [mc]

Facebook Comments

Most Popular

To Top
error: Content is protected !!