Analisa

Ketika Rakyat Indonesia Dianggap Tak Lebih dari pada Mesin Konsumsi Penghasil Uang


4 November 2018, 22:51
Dilihat   6.4K

Nusantarakini.com, Jakarta –

Ketika Lion Air jatuh lagi dan menewaskan ratusan penumpang, seharusnya menyadarkan kita bahwa betapa murahnya harga nyawa penumpang Indonesia bagi pengusaha penerbangan itu. Dan harusnya juga menyadarkan kita ada problem cara pandang terhadap rakyat Indonesia dari sisi pengusaha semacam mereka.

Problem itu ialah bahwa sudah lama rakyat Indonesia dipandang tak lebih dari pada mesin, baik mesin konsumsi maupun mesin operator jalannya bisnis yang mereka kelola. Tak lebih dari pada mesin. Bedanya hanya soal, yang satu seperti pesawat produksi Boeing itu, benar-benar sebuah mesin. Sedangkan rakyat Indonesia yang bernasib sebagai penumpang maupun tenaga kerja, dianggap sebagai mesin bernafas. Hanya beda soal nafas saja.

Bila Boeing atau Airbus mengonsumsi avtur, maka rakyat Indonesia mengonsumsi uang dan uang untuk membayar kebutuhan hidup mereka. Baik pesawat maupun rakyat itu diatur sedemikian rupa dan harus patuh dengan aturan mereka untuk menciptakan nilai lebih dan keuntungan.

Sampai sejauh ini masih banyak juga yang tak sadar. Bebal dan tuli. Atau tidur pulas dalam kedunguan yang tak terperi.

 

 

~ Begu Abar

 

Facebook Comments

Most Popular

To Top
error: Content is protected !!
Download Premium Magento Themes Free | download premium wordpress themes free | giay nam dep | giay luoi nam | giay nam cong so | giay cao got nu | giay the thao nu