Tausiah

Setiap Masalah Pasti Ada Solusi. Jadi Tetaplah Optimis


13 September 2018, 17:01
Dilihat   4.3K

Nusantarakini.com, Jakarta –

Ada satu kalimat memukau saya dari Allah pada Al-Qur’an. “Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah.” (QS adz-Zaariyat [51]: 49). Kalimat ini ditegaskan lagi oleh Allah pada surah Yasin, “Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa-apa yang mereka tidak ketahui.” (QS Yasin [36]: 36).

Kenapa kalimat ini begitu memukau dan menggetarkan? Karena ini sesuai sekali dengan fakta dan pengalaman.

Tahukah kamu, untuk menghilangkan aroma durian dari mulut setelah habis menyantap buah fantastis itu, yaitu dengan minum air putih. Tapi air putih itu harus diminum dari wadah sisa kulit durian yang dijadikan sebagai cawan. Bukankah bagi orang yang berpikir, ini sesuatu yang luar biasa? Artinya, aroma durian dihilangkan oleh bagian dari durian itu sendiri. Jadi durian membawa sendiri penawar baunya.

Ada lagi. Kalau ketiak kamu menebarkan aroma tak sedap, kamu dapat menghilangkannya dengan menggosok-gosokkannya ke dengkul. Ketiak kanan, oleh dengkul kanan. Ketiak kiri oleh dengkul kiri. Tentu berilah sabun terlebih dahulu pada dengkul atau ketiak. Kabar baiknya, aroma tak sedap itu, dapat pudar. Jadi bolehlah dengkul kamu sekarang berfungsi jadi deodorant alami.

Ada lagi. Tahukah kamu pada sayap lalat, mengandung penyakit dan penawar. Lalat yang tercelup ke air di gelas, disarankan untuk mencelupkan keseluruhan anggota badan lalat itu. Ternyata memang lalat itu membawa bakteri sekaligus vaksinnya.

Kalau mau diselidiki satu per satu, akan banyaklah daftar “masalah” – “penawar” alami di sini. Rupanya realitas dunia ciptaan Tuhan ini, begitulah takdirnya. Ada bawah, ada atas. Ada kanan, ada kiri. Ada kaya, ada miskin. Ada kuat, ada lemah. Ada langit, ada bumi. Ada jantan, ada betina. Ada jahat, ada baik. Ada cantik, ada jelek. Ada muda, ada tua. Ada hidup, ada mati. Ada cinta, ada benci. Ada zalim, ada adil.

Sebaliknya, tak akan ada adil, jika tak ada zalim. Tak akan ada benci, jika tak ada cinta. Tak akan ada mati, jika tak ada hidup. Tak akan ada kiri, jika tak ada kanan. Demikian seterusnya. Masing-masing saling melengkapi. Keseimbanganlah yang dicari. Bukan oposisi biner yang saling mematikan.

Coba bayangkan, jika kehidupan isinya seragam dengan orang-orang kaya dan kuat. Tentu tak akan ada kasih sayang dan keadilan. Dan itu tidak mungkin. Bayangkan pula, seisi dunia isinya orang-orang lemah, tentu tak akan ada kemajuan. Bayangkan jika dunia isinya manusia dengan kelamin perempuan, tentu tak akan ada kelahiran dan kematian.

Ada lagi. Tahukah kamu pada tubuh manusia ada ayat Tuhan tentang keseimbangan. Ada pembuluh darah nadi atau arteri, ada pembuluh darah balik atau vena. Kaki ada dua. Mata, lubang hidung, telinga, paru-paru, ginjal, hingga buah pelir. Coba bayangkan, kenapa harus dua? Sebab karena dualah, maka ada yang namanya keseimbangan.

Terkait topik ini, penulis menukil satu tulisan di Republika. Allah SWT selalu merangkai kata hidup dan mati dan mengulangnya dalam Al-Qur’an sebanyak 145 kali. Perbuatan baik dan buruk diulang sebanyak 167 kali. Allah menyebut dunia dan diikuti dengan pasangannya akhirat sebanyak 115 kali. Allah juga menyebut malaikat dan setan sebanyak 88 kali, faedah dan kerugian sebanyak 50 kali, kesusahan dan kesabaran sebanyak 114 kali, laki-laki dan perempuan sebanyak 24 kali, musibah dan syukur sebanyak 75 kali, dan seterusnya.

Rasulullah SAW, “Allah menurunkan penyakit dan obat dan dijadikan kepada setiap penyakit ada obatnya. Maka berobatlah, tetapi jangan berobat dengan yang haram.” (HR Abu Daud). Hal ini juga memotivasi seseorang untuk bisa berobat, karena telah dijamin ketersediaannya. Allah menurunkan penyakit sekaligus dengan obatnya. Seperti hadis Rasulullah SAW, “Jika seekor lalat jatuh ke dalam minumanmu, rendamlah ke dalam air. Satu sayapnya mengandungi racun dan satu sayap lagi mengandung obatnya.” (HR Bukhari).

Dahulu, manusia tidak mengetahui jika tumbuhan juga mempunyai pasangan jantan dan betina layaknya hewan. Ilmu botani di abad modernlah yang mengungkap adanya jenis jantan dan betina pada tumbuhan. Dalam ilmu botani jelas disebutkan, setiap tumbuhan terdiri dari jantan dan betina. Malah tumbuhan yang mempunyai kedua jantina bersekali (unisexual), mempunyai kedua-dua elemen yang jelas perbedaannya antara jantan dan betina. Terkait hal ini, sebenarnya Alquran sudah lama membicarakannya dalam surah Thaha ayat 53 yang berbunyi, “Dan Dia telah menurunkan dari langit air, maka Kami keluarkan dengannya berpasang-pasangan dari tumbuh-tumbuhan yang beraneka ragam (warna dan rasa)”.

Kemudian firman Allah SWT lainnya, “Dan dari segala buah-buahan Dia menjadikan padanya berpasang-pasang dua.” (QS ar-Ra’d [13]: 3). Penelitian abad modern menyebutkan, buah adalah produk terakhir dari sistem pembiakan tumbuh-tumbuhan berperingkat tinggi. Peringkat sebelum menjadi buah adalah bunga, yang mempunyai organ jantan (benang sari) dan betina (ovula). Apabila debunya dibawa ke bunga, ia menjadi buah, yang mana buah ini akan ranum dan membebaskan bijinya. Oleh karena itu, semua buah-buahan menunjukkan adanya organ jantan dan betina. Tidak hanya hewan dan tumbuhan saja, tetapi juga partikel terkecil yang pernah ada seperti atom ternyata juga berpasangan. Seperti kuasa elektrik, atom mengandung elektron (ion positif) dan proton (ion negatif).

Ilmuwan yang pertama kali menemukan ion adalah fisikawan Jerman, Julius Elster dan Hans Friedrich Geitel pada 1899. Ion adalah atom yang bermuatan negatif atau positif.

Atom tersusun dari neutron yang muatannya netral, proton yang positif dan elektron yang negatif. Neutron dan proton ada di bagian tengah yang merupakan inti atom, sedangkan elektron berputar mengelilingi inti atom pada tempat orbitnya (tingkat energi).

Ajaibnya, jumlah muatan positif dan negatif pada atom selalu sebanding sehingga atom tidak memiliki muatan. Namun, karena sesuatu sebab, beberapa elektron dapat meninggalkan atom yang disebut elektron bebas. Jika atom kehilangan elektron bebas, ia berubah menjadi ion positif. Sebaliknya, akan menjadi ion negatif jika ia menerima elektron bebas. Ion-ion ini tidak stabil dan cenderung mencari gandengan untuk berikatan.

Dalam dunia ilmu pengetahuan, setiap makhluk yang diciptakan berpasangan ini baru terbongkar pada abad ke-19. Seorang ilmuwan asal Inggris, Paul Dirac, dalam penelitiannya berhasil menemukan materi yang diciptakan secara berpasangan. Penemuannya yang dinamakan “Parite” ini menyebutkan bahwa seluruh benda yang ada di alam semesta sampai partikel terkecil yang tak terlihat oleh kasat mata, ternyata mempunyai pasangannya. Dengan hasil dari studinya ini, ia memperoleh nobel di bidang fisika pada 1933.

Kabar baiknya ialah, janganlah pesimis dan putus asa dalam hidup ini. Setiap masalah, musti tersedia solusinya. Hanya soal waktu dan kualitas kerja saja untuk menyibak sampul solusinya. Dan jangan pula terlalu girang saat menikmati solusi. Sebab hidup ini bagaikan bandul yang berayun. Saat kamu jaya, besok lusa tak ada jaminan kamu tidak terpuruk. Biasa sajalah menjalani hidup.

Maha Benarlah Allah yang telah berkata, inna ma’al ‘usri yusro. Sesungguhnya, bersama kesulitan itu terdapat kemudahan.

 

 

~ Syahrul E Dasopang/Penukil Kalam Langit

Facebook Comments

Most Popular

To Top
error: Content is protected !!
Download Premium Magento Themes Free | download premium wordpress themes free | giay nam dep | giay luoi nam | giay nam cong so | giay cao got nu | giay the thao nu