Satire

Indonesia Darurat!


18 August 2018, 12:06
Dilihat   4.6K

Nusantarakini.com, Jakarta – 

Invasi dan Aneksasi terhadap negara bangsa Indonesia terus berlangsung, krisis terparah yang bisa membuat indonesia di Angola, Zimbabwe atau di Tibetkan. Disaat yang sama Aroma Darah Najis Komunis semakin menguat.

Ketika jabatan strategis dan eksekutif didominasi oleh Polisi ( BIN, Gubernur Jawa Barat dan Menpan), munculnya kerajaan ubur-ubur di Serang Banten, sebagai deretan lanjutan dari Lia Eden, Nabi Palsu Mosadeq, Kriminalisasi Ulama dan Tokoh Islam, termasuk teror terhadap 41 Ulama dari aceh sampai Jawa Timur. Teranyar adalah Cuitan Prof. Mahfud MD dengan resonansi kuat munculnya NASAKOM Jilid 2.

Soal bendera : Pengibaran Bendera PKI, pada ranah publik tahun 2013, di kantor PDIP pada HUT RI ke-68. Pada HUT RI ke-70 tahun 2015 berkibar di Pamekasan, Jember dan Payakumbuh. Tahun 2018 tepatnya 19 Mei dalam rangka HUT PKI ke-98 bendera PKI berkibar diiringi dengan lagu “Internasionale” di Jakarta yang dihadiri oleh perwakilan 25 Daerah se-Indonesia, PKI hasil kongres ke 10 di Magelang 2010, yang dipimpin oleh Wahyu Setiaji dan Teguh Karyadi.

Pengibaran bendera Cina di Pulau Pari Kepulauan Seribu, bertuliskan Jakarta kota Cina, pengibaran bendera cina dalam ukuran lebih besar dan lebih tinggi di Ternate dan di Bali.
Penurunan/pencopotan Bendera merah putih di sebuah perusahaan yang didominasi oleh TKA Cina dan Pencopotan bendera Merah Putih di Kalibata City. Juga terjadi Deklarasi Papua Merdeka 1 Mei 2018 dengan menelan korban TNI/Polri yang dibunuh oleh Teroris OPM ditambah dengan berdirinya organisasi Asing, kantor Polisi Bersama antara Polri dan Polcina di Kalimantan juga pengibaran bendera “Teroris Israel” di Manokwari, Irian.

#2019GantiPresiden merupakan suatu keharusan, disaat jaringan PKI dan PKC terus berkonsolidasi memenangkan Rezim, disaat rentenir Internasional ciptaan Zionist Illuminati Bavarian terus memberi “Resep” dan “Obat Palsu.”

Tanggal 17 April 2019 merupakan Momentum yang menentukan untuk eksistensi Indonesia. Dalam situasi ini peran tokoh dan umat Islam sangat menentukan : “Apakah kita akan masih punya Indonesia?”
Selamat Milad Indonesiaku ke-73.
Patriot Mujahidin Nusantara siap membelamu untuk “Izzul Islam wal Muslimin.” [mc]

Indonesia,
Jumat, 17 Agustus 2018

*Alfian Tanjung, Pimpinan Taruna Muslim.

Facebook Comments

Most Popular

To Top
error: Content is protected !!